Site icon SuaraJakarta.co

Hidayat : Daya Angkut KRL Jabodetabek Minim, Setidaknya Butuh 1440 Kereta Rel Listrik

Jakarta – Meskipun saat ini sudah ada sekitar 400 KRL yang ditargetkan  mengangkut 600 ribu penumpang setiap harinya, namun jumlah ini masih sangat kurang. Hal ini disampaikan Calon Gubernur Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid dalam kesempatan naik salah satu moda transportasi andalan pekerja di Jakarta yaitu KRL Jabodetabek dalam rangka Hari Transportasi Nasional. Jumlah yang masih kurang ini secara jelas terlihat dari penumpang yang membludak sampai di atas atas bahkan menempel di badan kereta pada saat jam sibuk.

Sementara KRL Commuter Line yang berpendingin (AC) pintu dan jendelanya terkadang juga harus dibuka karena penumpang yang sesak.  Menurut Hidayat, naik KRL bukanlah hal yang asing baginya mengingat sewaktu awal tinggal di Jakarta 20 tahun lalu sudah sering menggunakan moda transportasi ini yang dulu masih hanya KRL kelas ekonomi dan hanya sedikit yang ber AC. “ Saking memprihatinkan kondisinya, sampai dulu ada plesetan KRL menjadi Kereta Rakyat Lah yau..” begitu seloroh Hidayat.

Sebagai perbandingan masih tertinggalnya daya angkut KRL Jabodetabek, Hidayat membandingkan dengan di luar negeri. Panjang KRL Jabodetabek sekitar 150 kilometer dengan 67 stasiun hanya dapat mengangkut 400 ribu penumpang per hari karena ada kendala headway, perlintasan sebidangatau irisan dengan jalur kereta antar kota.

Sementara di kota Berlin panjang lintasan KRL hanya 147 kilometer dengan 195 stasiun bisa mengangkut 1,4 juta penumpang per hari. Di Osaka panjang lintasan 138 kilometer dengan 133 stasiun bisa mengangkut 2,3 juta penumpang, dan di Saint Petersburg panjang lintasan sebesar 110 kilometer dengan 64 stasiun bisa mengangkut hingga 2,3 juta penumpang. Bahkan Singapura, sebut dia, dengan panjang lintasan kereta sepanjang 130 kilometer dengan 87 stasiun mampu mengangkut 1,8 juta penumpang per harinya.

Dengan demikian, menurut Hidayat, ada dua hal penting yang harus segera dilakukan yaitu menambah rangkaian KRL untuk meningkatkan daya angkut dan memperbaiki manajemen perjalanan dan pelayanan untuk  mengurangi hambatan perjalanan yang muncul.

Untuk meningkatkan daya angkut dengan target mencapai 1,2 juta penumpang per hari, diperlukan sekitar 1440 rangkaian KRL. Dengan posisi saat ini, berarti diperlukan tambahan 940 KRL dengan perkiraan kebutuhan investasi sekitar Rp. 1 triliun.

Hidayat melihat bahwa ini adalah kesempatan bagi Pemda DKI Jakarta untuk turut serta dalam pengelolaan KRL dengan berpartisipasi dalam investasi mengingat pemerintah pusat mengalami keterbatasan untuk melakukan investasi.

Keterlibatan Pemda DKI Jakarta dalam investasi dan manajemen operasional sangat wajar mengingat banyaknya warga Jakarta maupun pekerja di Jakarta yang memanfaatkan layanan KRL untuk transportasi dalam bekerja maupun belajar dan sebagian besar jalur maupun rute perjalanan KRL berada di wilayah Jakarta. (SJ)

SuaraJakarta.com | Portal Berbasis Komunitas

Exit mobile version