Gelora, Partai Termuda Indonesia

Gelora Indonesia DKI Jakarta - SuaraJakarta.co

Oleh: Erizal

BERTEPATAN peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91, tanggal 28 Oktober 2019, Partai Gelora (Gelombang Rakyat) Indonesia dinyatakan berdiri. Anis Matta, menyebut ini sebagai Hari Kelahiran. Hari dimulai kehidupan politik baru.

Tiga belas hari berselang, yakni 10 November 2019, bertepat dengan Hari Pahlawan ke-74 tahun, Gelora resmi didaftarkan ke Notaris, guna mendapatkan Akta Notaris, sebagai langkah awal pendirian parpol baru.

Anis Matta menyebut ini sebagai Hari Keyakinan. Bahwa hari-hari ketidakpastian sudah berlalu. Selang 4 tahun, terutama sejak pemecatan Fahri Hamzah sebagai pimpinan DPR dan seluruh posisi politiknya di masa lalu.

Fahri Hamzah, malah menyebut ini sebagai Hari Kematian. Sebab, slogan hari ini di masa lalu adalah Merdeka atau Mati. Kalau tidak merdeka dalam arti sesungguhnya, lebih baik mati saja. Lahir dan mati itu dekat, “kata Fahri.

Lalu berselang dua bulan, tepatnya 21 Januari hingga 29 Februari, berdatanganlah seluruh pengurus dari seluruh provinsi, membawa berkas-berkas pendaftaran ke Jakarta, untuk diserahkan kepada Kemenkumham, guna memperoleh Badan Hukum sebagai parpol.

Tak tersebut ini sebagai hari apa? Barangkali saking panjang dan melelahkannya hari-hari ini. Gunung, lautan, lembah, dan hutan, semua diarungi untuk mendapatkan selembar kertas bernama surat ini-itu, dengan stempel basah.

Hari Pemberkasan-kah? Atau Hari Melelahkan? Hari Peletakan Pondasi Partai? Terlalu panjang dan kurang enak didengar. Tapi, ini hari paling krusial. Ujian berat pertama, di sini. Tak sedikit yang angkat tangan, menyerah tak sanggup.

Gonta-ganti personil sudah terjadi di sini. Yang sekadar hobi berwacana langsung terpental. Di sini didapatkan pengertian bahwa politik itu tak sekadar wacana, tapi juga kerja nyata. Apalagi dalam partai yang berkarakter gotong royong seperti Gelora.

Harus ada nama yang pas untuk menamai hari ini. Tapi entah nama apa yang paling mewakili? Orang-orang yang terlibat pada fase ini, yang sekitar dua puluh ribuan, mereka semua paling berjasa sebagai peletak dasar bangunan partai.

Baru pada tanggal 31 Maret, Partai Gelora bisa resmi didaftarkan secara virtual, oleh karena pertengahan Maret akhir Covid 19 meledak dan orang terbatas pergi ke mana-mana. Ini hari dinyatakan sebagai sejarah baru parpol di Indonesia, bahkan dunia, yang didaftarkan secara virtual. Kalau mau, ini bisa didaftarkan sebagai pemegang rekor Muri di bidang pendaftaran parpol. Kalau mau? Kalau tidak, ya tak apa-apa.

Dan pada tanggal 19 Mei, bertepatan dengan sehari sebelum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-112 dan Hari Reformasi ke-22, Partai Gelora resmi memiliki badan hukum dari Kemenkumham dan sudah bisa dinyatakan sebagai partai termuda Indonesia. Demikian. [**]

Leave a Reply