Gawat! Diduga Kuat Parpol dan Tiket Capres Sudah “Dibeli” Taipan 9 Naga dengan Nilai Triliunan?

SuaraJakarta.co, JAKARTA – “Sembilan Naga” diduga kuat sudah “membeli” partai politik (parpol) dan tiket calon presiden (capres) dengan uang triliunan rupiah. Dugaan kuat ini diungkap oleh Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi.

Kata Sutoyo, taipan sembilan naga itu kuat dugaan sudah membeli parpol untuk memasukkan undang-undang dan calon presiden yang sesuai dengan kepentingan mereka. “Ada dugaan ‘taipan 9 naga’ membeli 9 partai politik masing masing Rp 1 triliun, total Rp 9 triliun, plus (diduga untuk) membeli suara masing masing anggota DPR 575 untuk menggolkan UU,” ujar Sutoyo, kepada wartawan, Senin (11/7/2022).

Ia merinci, diduga masing-masing anggota DPR RI minimal Rp 10 miliar (dibeli suaranya oleh taipan ). “Cuma Rp 5,75 Triliun. Dibulatkan Rp 6 triliun,” paparnya.

BACA JUGA  Balik ke Parpol, Hidayat: Ahok Tidak Konsisten

Lebih lanjut, Sutoyo menyatakan, secara hitungan matematis, total biaya “taipan 9 naga” akan menguasai DPR RI dengan membeli parpol dan anggota DPR hanya Rp 15 triliun. “Ditambah dana pencapresan sebesar Rp 20 triliun. Indonesia sudah dikuasai para taipan cuma bermodalkan Rp 35 triliun jika itu patungan para taipan lebih ringan lagi beban para taipan. Jika KPU, MK juga dikuasai para taipan, total nggak sampai Rp 40 triliun Indonesia habis dikuasai para taipan Indonesia,” urainya seperti dikutip dari ratas.id.

BACA JUGA  Jaringan '98: PPATK dan KPK Harus Menelusuri Sumber Pendanaan Acara "Kita Indonesia"

Nah, para bandar atau “bandit politik”, ungkap Sutoyo, uang Rp 1 triliun sangat kecil. “Satu naga seperti BT (diduga dari hasil rampokannya) lebih dari mampu untuk membeli 9 partai sekaligus @ Rp1 triliun = Rp 9 triliun,” sebutnya.

BACA JUGA  Demokratisasi Partai Politik Kita

Patungan para taipan dapat “membeli” Indonesia hanya dengan harga maksimal Rp 40 triliun, ia menandaskan. “Masih kalah dengan dana yang dirampok oleh BT (satu orang Cina) sebesar Rp 74,58 triliun. Itu fakta berbasis data, bukan opini yang dibangun berbau hoaks,” cetusnya. (AGS)

Related Articles

BACA JUGA  Pemilukada Potensial dan DPT Fiktif

HUT Ke-77 RI, Anies Hadirkan Kebijakan Pajak Yang Adil dan Merata Untuk Warga Jakarta

Latest Articles