Site icon SuaraJakarta.co

Dibuang PDIP, Yuni Malah Menang di Pilbup Sragen Diusung PKS-Gerindra

Bupati dan Wakil Bupati Sragen Yuni-Eddy versi Real Count KPU (foto: ist/jowonews.com)

SuaraJakarta.co, SRAGEN – Nasib orang memang tidak ada yang tahu. Dibuang di satu tempat, bisa jadi diangkat di tempat lain. Itulah yang dialami oleh Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Pemenang Pilbup Sragen versi Real Count KPU (C1) yang sebelumnya dipecat dari keanggotaannya oleh DPP PDI Perjuangan ini, telah berhasil meraih suara tertinggi dengan diusung oleh koalisi PKS dan Gerindra.

Dilansir dari laman Republika, Jumat (11/12), putri Mantan Bupati Sragen Untung Wijono Sarono dipecat oleh PDIP lantaran melakukan pelanggaran berat. Dirinya dianggap melakukan pembangkangan karena mencalonkan diri sebagai bupati melalui partai lain, yaitu PKS dan Gerindra. Pemecatan tersebut pun terjadi jelang beberapa saat berlangsungnya Pilkada Serentak 9 Desember 2015.

Surat Pemecatan Yuni ini tertuang dalam SK DPP PDIP Nomer 76/KPTS/DPP/XII/2015 tertanggal 1 Desember 2015 yang ditandatangani Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. SK pemecatan juga dikirimkan kepada DPC PDIP Sragen dan seluruh PAC serta yang bersangkutan sendiri.

Menurut Agustina, surat pemecatan sebenarnya hanya formalitas karena bagi PDIP Sragen, Yuni sejak lama sudah dicap sebagai pengkhianat partai. Apalagi, setelah Yuni mendaftar bupati melalui Partai Gerindra berpasangan dengan Dedy Endriyatno dari PKS dan Gerindra.

Surat pemecatan tak membuat ciut nyali Yuni. Berpasangan dengan Dedy Endriyatno, ia malah memenangkan Pilkada Sragen.

Dikutip dari laman Pilkada2015.kpu.go.id, Minggu (13/12), pasangan calon (paslon) Yuni-Dedy tersebut meraih suara tertinggi dengan jumlah 40,60 persen suara, sedangkan paslon yang diusung PDIP-Partai Demokrat, hanya meraih peringkat ketiga (13,24 persen), di bawah paslon yang diusung oleh Partai Golkar-Hanura, Agus Fatchur Rahman-Djoko Suprapto (37,68 persen).

Data C1 hingga saat ini pun sudah masuk 100 persen (1.644 TPS) dengan tingkat partisipasi sebesar 70,51 persen.
Menanggapi kemenangan ini, Yuni sudah mengira karena berangkat dari survei yang dilakukan oleh UNDIP Semarang sebanyak tiga kali, yaitu Juni, Oktober, dan November. Hasilnya, tren kemenangan wanita berjilbab ini selalu berada di atas 43 persen.

“Kita harus keluar dari zona kemiskinan agar lebih baik lagi keadaannya. Insfrastruktur harus lebih baik. Itu yang kita harapkan,” kata Yuni usai memastikan kemenangannya.

Exit mobile version