Site icon SuaraJakarta.co

Cagub DKI Berstatus Terdakwa, Preseden Buruk Indonesia di Mata Dunia

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Presidium Relawan Pemenangan Anies-Sandi (PRAS) mengadakan konferensi pers terkait penyikapan masih belum ditahannya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus Penistaan Agama, terlebih pada persoalan hukum lainnya, seperti Sumber Waras, Korupsi Transjakarta, dan Reklamasi.

Hal itu dikemukakan salah satu relawannya, yaitu Suryo AB, yang menilai bahwa kasus penistaan agama ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia di mata internasional.

“Tiap kali saya pergi ke luar negeri, saya selalu ditanya oleh para calon investor asing, bagaimana itu soal Ahok? Bagaimana kasus sidangnya? Kenapa masih maju sebagai calon gubernur? Pertanyaan itu selalu sampai ke saya. Ini membuktikan bahwa dunia internasional ragu investasi ke Indonesia karena persoalan Ahok ini,” jelas Suryo di Jalan KH Abdullah Syafii, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/3).

Suryo menilai jika hal menyangkut urusan hukum ini tidak segera diselesaikan, maka akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Sebaliknya, malah akan menjadikan banyak pengusaha-pengusaha hitam untuk berinvestasi di Indonesia tapi dengan banyak melanggar aturan hukum.

“Artinya, ini akan menjadi preseden buruk bagi pengusaha hitam yang akan berinvestasi di Indonesia untuk melawan hukum,” paparnya.

Dengan demikian, presidium relawan Anies-Sandi yang berada di bawah komando langsung Boy Sadikin ini mendorong agar Jakarta jangan sampai dipimpin oleh cagub yang memiliki banyak kasus hukum. Selain itu, Jakarta harus dipimpin oleh sosok yang bisa memersatukan bukan memecah-belah.

“Tidak ada satupun persoalan internasional yang tidak membicarakan Ahok. Oleh karena itu, menyelamatkan Jakarta juga berarti menyelamatkan dunia, artinya wajah kelas dua dunia yang selalu dipandang sebelah mata,” paparnya.

Selain itu, tampak hadir beberapa anggota Presidium Relawan Pemenangan Anies-Sandi, diantaranya M Rico Sinaga, Budi Siswanto, Sugiyanto, Syaiful Jihad, Ardy Purnawan Sani, Pendiri Bara JP Ucok Hidayat, Suryo AB, dan Adjie Rimbawan.⁠⁠⁠⁠ (RDB)

Exit mobile version