Batal Diperiksa KPK Karena Vertigo, Warganet Doakan Setnov Lewat Petisi Satire, Tembus 13 Ribu

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Ketua DPR RI Setya Novanto sedianya akan diperiksa oleh KPK sebagai tersangka kasus KTP-el pada Senin (11/9) kemarin.

Namun, mendadak, paginya menjelang pemeriksaan, Politisi Golkar itu dilarikan ke RS Siloam atas indikasi adanya vertigo menurut anggota tim Dokter DPR, Heri Susanto.

Ditambahkan Sekjend Partai Golkar Idrus Marham, pihak RS Siloam memutuskan untuk melakukan rawat inap karena terindikasi tidak hanya menderita vertigo, tapi juga komplikasi berupa naiknya gula darah. Sehingga, mengganggu fungsi ginjal dan jantung.

“Berdasarkan pemeriksaan dokter, Pak Novanto kemarin, setelah olahraga gula darahnya naik, dan implikasinya itu terhadap fungsi ginjal dan jantung,” ujar Idrus meyakinkan sembari menunjukkan surat dokter pemeriksa Setya Novanto, Selasa (12/9).

BACA JUGA  PDIP Rancang Setya Novanto Mundur, Puan Penggantinya

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tersangka Setya atas kasus KTP-el karena telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Publik pun geram karena KPK tidak kunjung memanggil Setya untuk mendapatkan keterangan sebagai tersangka.

BACA JUGA  Fit and Proper Test Cawagub DKI Berlangsung Kondusif, Siap Dukung Kinerja Gubernur Anies

“Tapi, dia masih menjabat sebagai Ketua DPR tanpa dinonaktifkan sementara. Bahkan DPR terang-terangan meminta KPK menunda kasus Novanto. Jika ini terjadi, dia akan lolos lagi dari jerat hukum,” tulis Yansen Dinata, pelopor petisi online berjudul “Semoga Papa Cepet Sembuh” itu.

Hingga kamis (14/9) sore, petisi itu telah mampu mengumpulkan tanda tangan sebanyak 13.807 pendukung. Dalam ajakannya, Yansen menekankan bahwa langkah petisi ini harus segera diambil sebab KPK pasca penetapan tersangka Setya, langsung dilemahkan dari berbagai arah. T

BACA JUGA  Coba Perhatikan Foto Setnov Lebih Teliti! Kenapa Jarum Infusnya Khusus Untuk Bayi?

“Pansus DPR bahkan ingin KPK dibubarkan dengan Partai Golkar pimpinan Novanto sebagai penggeraknya,” jelas Yansen.

Sejauh ini, menurut Alumni Master Ilmu Komunikasi UGM, Nia Asthon Destrity, efektivitas petisi online dalam mempengaruhi kebijakan perlu didukung dengan beberapa langkah. Beberapa di antaranya adalah advokasi kebijakan berupa advokasi media, kampanye secara offline, pengorganisasian, dan lobi sehingga menarik perhatian pembuat kebijakan.

Jadi, sudah sepatutnya kita berdoa agar Papa Setnov cepat sembuh agar segera memenuhi panggilan KPK. Betul? (RDB)

BACA JUGA  Akibat Dukung Ahok, Hanura DKI Alami Perpecahan. Duh!

Related Articles

Latest Articles