Pengamat: Pengkritik Ahok Akan Dicari Setiap Aibnya

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Pengamat Komunikasi Politik UIN Jakarta Umaimah Wahid mengatakan para pengkritik Ahok (anti-Ahok) akan senantiasa dicari aibnya, atau mengalami perundungan (bullying).

“Akan dibuka atau dicari-cari aibnya. Dalam politik, ini preseden yang tidak baik,” kata Wahid sebagaimana dikutip dari laman Republika, Jumat (15/4).

Cara berpolitik Ahok tersebut dinilai tidak sehat karena opini publik dibentuk oleh media.

“Media sebagian besar pendukung Ahok. Diakui atau tidak, kalau mau jujur tanpa tendensius apa pun, media mainstream arahnya ke sana,” kata dia.

Dalam politik, menurut Wahid, kekuatan modal sangatlah menentukan. Baik itu kekuatan berupa dana, sumber daya, teknologi, termasuk di dalamnya media massa yang menjadi kekuatan membentuk opini publik.

Umaimah mengatakan, para pesaing Ahok dalam ajang Pilkada DKI Jakarta sudah kalah start. Kecuali, jika ada elemen masyarakat tertentu yang mendukung penuh pesaing Ahok. Peluang bagi pesaing Ahok tetap ada, tetapi masalahnya ada atau tidaknya kekuatan para pesaing tersebut seperti dukungan dana dan opini publik.

Isu yang dibangun para pesaing Ahok juga tidak kuat. Citra para pesaing Ahok dinilai belum kuat. Terlebih lagi, kata Umaimah, mereka tidak mempunyai bukti konkret kinerja.

“Banyak PR kalau mau mengimbangi Ahok. Tenaga, modal, dan sebagainya harus kuat. Dari satu sisi, itu agak sulit,” ujarnya.

Leave a Reply