SuaraJakartaCo– Pengamat Politik dari Timur Barat Research Center (TBRC), Muhammad Anshor Mumin, menyampaikan pandangannya terkait wacana reformasi Kepolisian Republik Indonesia. Ia menilai, gagasan perubahan terhadap Polri semestinya diarahkan untuk memperkuat, bukan justru melemahkan institusi penegak hukum tersebut.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (30/11/2025), Anshor menyoroti munculnya ide mengembalikan Polri ke bawah TNI atau Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya, wacana itu bertentangan dengan semangat Reformasi 1998 dan berpotensi membawa Indonesia kembali ke pola kekuasaan masa lalu.
“Polri sudah berproses menjadi institusi yang lebih baik. Tugas kita adalah mendukung perbaikannya agar semakin profesional, bukan malah melemahkannya,” ujar Anshor.
Pandangan tersebut ia sampaikan setelah dirinya sempat berhadapan dengan proses hukum, menyusul laporan dugaan fitnah dari pengusaha Yusuf Hamka. Walau demikian, Anshor tetap menekankan pentingnya menjaga marwah Polri sebagai lembaga yang independen dalam sistem demokrasi.
Ia mengingatkan bahwa setiap pembahasan mengenai reformasi kepolisian perlu dilakukan dengan kehati-hatian. Anshor menilai, perubahan jangan sampai membuat Indonesia kembali pada struktur kekuasaan ala Orde Baru yang dikenal dengan konsep ABG (ABRI, Birokrasi, Golkar).
“Reformasi Polri jangan sampai mengarah ke pola itu lagi,” ujarnya.
Lebih jauh, Anshor melihat arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto justru ingin memperkuat posisi Polri sebagai institusi modern yang setara dengan TNI dalam menjaga keamanan negara dan mendukung pembangunan nasional.
“Reposisi ini penting, apalagi Polri punya tugas strategis dalam mengamankan aset negara dan mendukung perekonomian,” tuturnya.
Ia juga meminta pemerintah tidak tergesa-gesa merespons wacana perubahan struktural yang muncul usai rangkaian demonstrasi 25–29 Agustus 2025. Menurutnya, pembenahan yang diperlukan lebih pada fungsi dan tata kelola, bukan sekadar mengutak-atik struktur.
“Setiap ada kasus, jangan langsung muncul ide untuk merombak. Lebih baik dikonsolidasikan dulu,” katanya.
Anshor menilai pimpinan Polri saat ini telah melakukan sejumlah langkah perbaikan internal yang patut diapresiasi, mulai dari penguatan manajemen hingga peningkatan transparansi dan profesionalitas.
“Upaya-upaya ini perlu terus diberi ruang, bukan malah dihentikan oleh wacana yang dapat melemahkan institusi,” pungkasnya.

