Ini Alasan Kenapa Pendidikan Kesehatan Reproduksi Harus Ada Pada Kurikulum Sekolah

SuaraJakarta.co – Pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) sebaikanya dilakukan sejak dini kepada anak-anak. Hal itu bisa kita lakukan di rumah, di sekolah, atau di lingkungan aktivitas lainnya. Pentingnya pemahaman kespro sejak dini bisa dilakukan penyampaiannya di sekolah tingkat dasar (SD).

Pada saat anak sekolah, interaksi dengan teman-teman sebayanya akan menemukan hal-hal baru yang menjadi sebuah pertanyaan. Demikian juga dengan masalah reproduksi. Anak usia SD pasti akan mulai bertanya-tanya tentang reproduksi. Untuk itu, sangat penting penyampaian kespro ini dilakukan di sekolah dan menjadi bagian dari kurikulum.

Pada Seminar ‘Keluarga Peduli Kesehatan Reproduksi’ di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (1/9/2016), dr Arietta Pusponegoro SpOG(K), menyampaikan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dapat diintegrasikan dengan kurikulum sekolah sejak tingkat SD. Tujuannya, menanamkan bagaimana anak nantinya akan berkeluarga.

BACA JUGA  Tips Melawan Kolesterol (Bagian 1)
BACA JUGA  Social Science Olympiads 2013: Raising Youth Understanding on Multiculturalism

“Dengan adanya pendidikan kespro, diharapkan bisa mencegah remaja melakukan perilaku seks berisiko. Kemudian, nantinya remaja mampu menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab,” papar dr Arietta seperti yang dikutip health.detik.com.

Menurut dr Arietta, jika sudah disampaikan pendidikan kespro kepada anak di sekolah, anak akan tahu kapa saatnya menikah, hamil, dan punya anak. “Tahu kapan dia hamil, kapan stop punya anak,” ujarnya. (JML)

Related Articles

BACA JUGA  Publik Figur Dunia dan Nasional Dukung Kampanye Global Pendidikan Tentang Makanan Sehat

Anies Baswedan Jadi Pesaing Berat Prabowo di Pilpres 2024

Latest Articles