SuarjakartaCo, Jakarta– Pemerintah mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda keberangkatan ibadah umrah menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada aspek keamanan dan transportasi udara.
Imbauan tersebut disampaikan Wakil Menteri pada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang meminta calon jemaah menunggu hingga situasi dinilai benar-benar kondusif.
“Kami mengimbau kepada seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai kondusivitas benar-benar hadir di Timur Tengah,” ujarnya.
Ketegangan kawasan meningkat setelah serangan militer yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Peristiwa tersebut memicu serangan balasan yang berdampak pada sejumlah negara di kawasan Teluk, seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab, yang memiliki instalasi atau aset militer Amerika Serikat.
Pemerintah Indonesia saat ini memantau puluhan ribu jemaah umrah yang berada di Arab Saudi. Koordinasi dilakukan melalui kantor urusan haji, perwakilan konsuler, serta otoritas setempat guna memastikan keselamatan dan kelancaran ibadah mereka.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri disebut siap memfasilitasi perlindungan dan penyampaian informasi kepada jemaah. Maskapai penerbangan juga telah diminta berkoordinasi apabila terjadi penyesuaian jadwal penerbangan akibat dinamika keamanan kawasan.
Menurut Dahnil, apabila terjadi penundaan kepulangan, maskapai berkomitmen menyediakan akomodasi sementara. Pemerintah Arab Saudi juga disebut memberikan kemudahan perpanjangan visa bagi jemaah yang masa tinggalnya habis akibat perubahan jadwal penerbangan.
Pemerintah mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air tetap tenang dan terus mengikuti informasi resmi. Jemaah yang akan kembali ke Indonesia diminta aktif berkomunikasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah atau perwakilan pemerintah setempat.
Di sisi lain, pemerintah memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana dan hingga kini belum terdampak signifikan oleh situasi geopolitik tersebut.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan dan melakukan langkah mitigasi guna menjamin keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri.

