SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

PDIP Sebut Relawan Bayaran Teman Ahok Dibekingi 5 Cukong

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno (Foto: istimewa)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut relawan bayaran Teman Ahok dibekingi 5 (lima) cukong besar untuk mengumpulkan KTP secara massif.

“Kami kagum sponsornya luar biasa. Saya dengar ada lima konglomerat (cukong, red) di belakang Ahok. Ya sponsornya kuat,” kata Hendrawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/03/2016).

Bahkan, Anggota Komisi XI ini menegaskan para cukong tersebut kini telah mengalihkan dukungannya ke pada jalur independen, dibandingkan jalur partai politik.

“Ya sekarang konglomerat-konglomerat memilih individu untuk didukung besar-besaran, kalau tadinya kan ke parpol,” ujarnya.

Hendrawan pun menegaskan cukong-cukong itu langsung membiayai booth-booth Teman Ahok di beberapa mal di Jakarta..

“Ya dari sponsor tidak independen. Bagaimana booth di mal-mal itu begitu hebat formulirnya. itu kalau gak ada sponsor, dari mana duitnya? dari langit?” tegasnya.

Meski begitu, PDIP, kata dia, mengapresiasi kerja tim relawan, Teman Ahok, dengan menggalang suara dari masyarakat. Namun, ia menghimbau kepada Ahok supaya jujur dan mau terbuka kepada publik tentang konglomerat yang membiayainya untuk Pilgub mendatang.

“Ya kita menunggu. Perlu keterbukaaan. Ya dengan booth-booth dan dokumentasi mahal itu semua pasti ada yang bayar, dan kalau bisa disampaikan ke pubik,” katanya.

Sayangnya, Hendrawan enggan membeberkan lima  konglomerat yang membiayai Ahok.

“Ya sudah beredar luas. Dan sebagian lagi katanya jadi independen itu dari parpol karena banyak juga barisan sakit hati berkumpul disana,” tandasnya.

BACA JUGA  Besok, Ahok Pastikan Maju di Pilkada DKI

Related Posts

2 thoughts on “PDIP Sebut Relawan Bayaran Teman Ahok Dibekingi 5 Cukong”

  1. Bang Uddin says:

    Quote:
    “Ya sekarang konglomerat-konglomerat memilih individu untuk didukung besar-besaran, kalau tadinya kan ke parpol,” ujarnya.

    parpol yang berkuasa kok takut sama calon independen yg didukung 5 cukong? ato sakit hati karena kaburnya 5 cukong

    Bikin salah apa tuh partai sampai kehilangan beking cukong bukannya dari dulu partai di beking cukong kenapa sekarang malah di tinggal cukong ngebeking yg indepemdent?

    Pemilu lalu bukan katanya di beking cukong juga?

    👇

    Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut relawan bayaran Teman Ahok dibekingi 5 (lima) cukong besar untuk mengumpulkan KTP secara massif.

    “Kami kagum sponsornya luar biasa. Saya dengar ada lima konglomerat (cukong, red) di belakang Ahok. Ya sponsornya kuat,” kata Hendrawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/03/2016).

    Bahkan, Anggota Komisi XI ini menegaskan para cukong tersebut kini telah mengalihkan dukungannya ke pada jalur independen, dibandingkan jalur partai politik.

    “Ya sekarang konglomerat-konglomerat memilih individu untuk didukung besar-besaran, kalau tadinya kan ke parpol,” ujarnya.

    Hendrawan pun menegaskan cukong-cukong itu langsung membiayai booth-booth Teman Ahok di beberapa mal di Jakarta..

    “Ya dari sponsor tidak independen. Bagaimana booth di mal-mal itu begitu hebat formulirnya. itu kalau gak ada sponsor, dari mana duitnya? dari langit?” tegasnya.

    Meski begitu, PDIP, kata dia, mengapresiasi kerja tim relawan, Teman Ahok, dengan menggalang suara dari masyarakat. Namun, ia menghimbau kepada Ahok supaya jujur dan mau terbuka kepada publik tentang konglomerat yang membiayainya untuk Pilgub mendatang.

    “Ya kita menunggu. Perlu keterbukaaan. Ya dengan booth-booth dan dokumentasi mahal itu semua pasti ada yang bayar, dan kalau bisa disampaikan ke pubik,” katanya.

    Sayangnya, Hendrawan enggan membeberkan lima konglomerat yang membiayai Ahok.

    “Ya sudah beredar luas. Dan sebagian lagi katanya jadi independen itu dari parpol karena banyak juga barisan sakit hati berkumpul disana,” tandasnya.

  2. Anonymous says:

    semakin banyak menjelekkan ahok semakin tinggi simpati kepeda pak ahok. memang masyarakat yang mau pilih, sesungguhnya PDI P yang salah malah bisa membuat image buruk untuk PDIP, artinya kader yg banyak ngomong itu dipertanyakan credibilitasnya.

Leave a Reply