Site icon SuaraJakarta.co

Netizen Kumpulkan 300 Juta untuk Bangun Kembali Masjid Tolikara

SuaraJakarta.co, JAKARTA– Daripada saling menyalahkan dan mengutuk, lebih baik bersatu berkontribusi membangun masjid yang terbakar. Melalui  situs  penggalang  dana Kitabisa.com, komika  dan  pembawa  acara Pandji Pragiwaksono berhasil  mengumpulkan dana  sebesar Rp.308.983.642 dari 1185  orang donatur untuk membangun kembali masjid di Kabupaten Tolikara, Papua.

Inisiatif penggalangan dana secara online ini dilakukan setelah insiden yang terjadi saat pelaksanaan Salat Idul Fitri hari Jum’at (17/07) lalu. Penggalangan  dana  yang  sebelumnya  direncanakan  berjalan  selama  30  hari  tersebut ternyata  berhasil  melebihi target  kurang  dari  3  hari  sejak  kampanye  dimulai.  “Kurang dari  tiga  hari,  donasi  Masjid  Tolikasa  telah  tercapai,  bahkan  melebihi  target.  Untuk  itu kami memutuskan untuk menghentikan penggalangan dana saat ini juga.” Tulis Pandji di kitabisa.com/masjidtolikara.

Seluruh dana yang terkumpul akan ditransfer ke Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) cabang Jayawijaya, Papua Jum’at besok (24/07). “Alhamdulillah. Selanjutnya BSMI akan berkoordinasi dengan pengurus Masjid dan tokoh masyarakat di Karubaga untuk masuk ke  struktur  panitia  pembangunan  Masjid  Karubaga.  “Ujar  Hamdani, perwakilan  dari BSMI  cabang  Jayawijaya.  “Semoga  donasi  dan  cinta  ini  berbuah  surga  bagi  para donatur.” Tutupnya.

“Masih di dalam  semangat  Idul Fitr, kita telah buktikan  cinta  menang  atas dengki dan dendam. Yang kita perjuangkan, kini telah kita menangkan.” Pungkas Pandji.

Respon netizen terhadap kasus Tolikara juga muncul melalui situs petisi online Change.org. Seorang netizen asal Bandung, Maimon Herawati, menggalang dukungan masyarakat melalui petisi Change.org/Tolikara. Petisi itu ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim dan Kapolri Badrodin Haiti meminta agar kasus tersebut diusut tuntas dan pelakunya dihukum.

Dalam waktu empat hari sejak dimulai, petisi berjudul “Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya” itu, hingga saat ini (23/7) sudah didukung lebih dari 30 ribu tandatangan.

“Kami minta pemerintah tegas menyebut tindakan itu sebagai tindakan terror dan tidak ada kaitannya dengan nilai agama manapun,” kata Maimon dalam petisinya.

Petisi lengkapnya beserta komentar pendukung dapat dibaca di www.change.org/Tolikara

Melalui situs Change.org Pandji Pragiwaksono juga mengajak netizen penandatangan petisi untuk membantu pembangunan kembali Masjid Tolikara dengan berdonasi secara online lewat inisiatif yang digalangnya.

Exit mobile version