SuaraJakartaCo, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri pengukuhan dan ta’aruf pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” tersebut menjadi momentum penguatan peran ulama dalam merawat persatuan dan solidaritas nasional, terutama di tengah situasi bangsa yang tengah menghadapi berbagai bencana alam di sejumlah daerah.
Presiden Prabowo tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 10.00 WIB didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Presiden langsung menyalami jajaran pimpinan MUI setibanya di lokasi.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Presiden Prabowo tampak duduk diapit Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.
Nusron Wahid, selaku ketua panitia acara, melaporkan bahwa lebih dari 58.000 jamaah mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari pengurus MUI se-Jabodetabek, pondok pesantren, majelis taklim, serta masyarakat umum.
Menurut Nusron, munajat bersama tersebut menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus pesan kepedulian sosial di tengah musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
“Penguatan spiritual dan kebersamaan menjadi penting dalam menghadapi berbagai ujian kebangsaan. Munajat ini merupakan doa bersama sekaligus ajakan untuk memperkuat empati dan persatuan,” ujar Nusron.
Antusiasme jamaah terlihat sejak pagi hari. Ribuan peserta telah memadati kawasan Masjid Istiqlal sejak pukul 07.00 WIB, bahkan sebagian hadir sejak subuh. Jamaah mengenakan pakaian muslim berwarna putih dan mengisi ruang utama masjid hingga lantai atas.
Pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 tersebut diharapkan memperkuat kontribusi ulama dalam membimbing umat, menjaga moderasi beragama, serta mendukung upaya menjaga persatuan dan keselamatan bangsa.

