Site icon SuaraJakarta.co

Milenial Berdendang di Jakarta Melayu Festival

Jakarta Melayu Festival. (Foto: Khairuddin Safri/SuaraJakarta)

“Di tengah gelombang kami berkhidmat, Menjaga marwah budaya, Merawat tradisi mengharumkan syair lagu melayu, Salam kami salam anak negeri, Salam salam salam Dari Negeri Melayu”

Sebuah potongan lirik dari lagu pembuka Jakarta Melayu Festival 2017 dinyanyikan dengan sangat indah oleh Erie Susan, berpadu Bersama bunyi accordion, tepak rebana, gesekan biola, dan hentakan kaki para penari zapin Melayu.

Ini adalah kali ke tujuh Jakarta Melayu Festival diadakan. Kali ini JMF digelar di Ancol Beach City pada 19 Agustus 2017 dan mengusung tema “Jakarta Maju Bersama”.

“kemarin rakyat Jakarta ikut dalam dinamika Pilkada, sekarang Pilkada sudah selesai, pesan yang ingin kami sampaikan adalah mari kita majukan Jakarta bersama-sama” ujar Geisz Chalifah selaku promotor JMF, saat ditanya alasannya mengusung tema “Jakarta Maju Bersama” dalam JMF 2017.

Pada gelaran Jakarta Melayu Festival 2017 kali ini, penonton disajikan kolaborasi menarik dari musisi melayu dan jazz. JMF ingin membawa suasana baru pada aransemen musik melayu agar dapat dinikmati oleh kaum muda. Tidak tanggung-tanggung musisi jazz dunia, Danny Lerman-pun larut memainkan saxophonenya bersama Andri Lamiri sang violist kenamaan, membawakan musik melayu. Shena Malsiana, penyanyi jazz jebolan X-Factor pun menyanyikan lagu melayu tanpa menghilangkan warna jazznya. Ada lagi sederetan musisi musik Melayu yang ikut memeriahkan JMF 2017 malam itu, antara lain Tom Salmin, Kiki Ameera, Febryna, Maxi, Takaeda, Teuku Shafick dan lainnya.

Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan turut membuka JMF 2017 ini. Ia mengaku telah mengikuti JMF sejak diadakan pertama kali pada tahun 2012.

“Lagu melayu sarat dengan pesan, ia disampaikan dengan tutur Bahasa yang sangat halus. Saya rasa dalam kondisi sekarang kita harus belajar bertutur dengan tutur kata yang halus dan sebuah sensitifitas” ujar Anies Baswedan.

Antusiasme warga sangat baik pada setiap gelaran JMF. Tiap tahunnya, para penikmat musik melayu selalu membludak, tidak hanya dari kalangan orang tua, anak muda-pun ikut menikmati alunan musik melayu.

“Keterilbatan anak muda menjadi bukti eksistensi musik melayu masih diterima oleh kaum millennial” ujar Geisz Chalifah.

Salah satu bukti keterlibatan generasi millennial dalam melestarikan budaya melayu adalah terilbatnya anak-anak muda yang tergabung dalam Relawan Jakarta Maju Bersama dalam menyukseskan acara Jakarta Melayu Festival ini.

“Sebagai anak muda, kita menilai serangan budaya asing semakin merasuk. Sehingga kita butuh mengembalikan akar budaya kita” ujar Usamah selaku coordinator Relawan Jakarta Maju Bersama.

 

(Foto & Teks: Khairuddin Safri/SuaraJakarta)

Exit mobile version