Site icon SuaraJakarta.co

Menteri Susi Menang Renang, Picu Pemprov Komitmen Bersihkan Seluruh Sungai di Jakarta

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akhirnya mengakui kehebatan Menteri Susi Pudjiastuti dalam Lomba Renang di Danau Sunter, Minggu (25/2).

Karena itu, sebagai komitmen akan kekalahan, hal ini akan memicu Pemprov DKI Jakarta, pihak swasta dan masyarakat untuk segera melakukan tindakan konkrit dalam merawat dan menjaga danau-danau di Jakarta serta tempat-tempat menyimpanan air lainnya di Jakarta.

“Ini semua inisiatif membuat bersih Jakarta dengan cara seperti ini, ternyata bisa, saya akan tantang semua Pemda untuk adu paddling agar smua pantainya dan danaunya bersih. Kota harus punya danau yang bersih agar semua warga bisa berwisata dan tidak boleh dipungut bayaran (juga) tidak buang sampah (sembarangan). Kita nyatakan peduli lingkungan (dan) buktikan bisa dibersihkan (bertahap),” ujar Menteri Susi.

Ditambahkan Gubernur Anies, keberadaan danau-danau di Jakarta sangat penting sebagai tempat penyimpanan air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana wisata, olah raga dan sebagainya.

“Karena itu kita bukan saja menyaksikan pertandingan antara Bu Susi dan Bang Sandi, tapi kita sama-sama menyaksikan sebuah tempat menjadi bersih, rapih dan bisa digunakan sama-sama. Membersikan itu mudah, yang lebih sulit adalah menjaga, (maka) kita jaga sama-sama,” pungkas Anies.

Diketahui, lomba ini bermula saat Menteri Susi menantang Pemprov DKI Jakarta untuk membersihkan Danau Sunter seperti Danau Jenewa, Swiss pada November 2017 lalu.

Menjawab hal itu, Wagub Sandiaga menantang Menteri Susi lomba renang di Danau Sunter dengan syarat kondisi air danau bersih.

Jika Wagub Sandiaga kalah maka Menteri Susi menginginkan semua danau di Jakarta harus bersih dan indah. Tapi, jika Menteri Susi, maka Wagub Sandiaga menginginkan wisata ke Wakatobi.

Atas hal itu, digelarlah Festival Danau Sunter (FDS) yang dihadiri oleh ratusan pengusaha UMKM binaan OK OCE dan tidak kurang dari tiga puluh ribu warga DKI Jakarta.

“Itu yang ingin (juga) kita hadirkan disini, ekonominya bergerak (dan) masyarakatnya bahagia,” ungkap Wagub Sandiaga.

Exit mobile version