SuaraJakartaCo — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meresmikan Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) di Kompleks Hotel Asialink Batam, Kepulauan Riau, sebagai upaya memperkuat promosi produk unggulan daerah sekaligus menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Peresmian PPID tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan International Business Association (IBA). Mendagri menilai kehadiran PPID menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing daerah melalui promosi terintegrasi.
“Ini merupakan langkah penting dalam menjual dan mempromosikan potensi Indonesia,” kata Tito dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Ia mendorong APKASI bersama IBA untuk lebih agresif memasarkan produk unggulan daerah hingga ke mancanegara. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan produk kerajinan tangan yang beragam dan berkualitas, namun masih terkendala pada aspek promosi.
Tito menegaskan produk kerajinan lokal tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Selain itu, komoditas hortikultura juga dinilai memiliki peluang besar untuk dipasarkan ke Singapura, mengingat kedekatan geografis Batam dengan negara tersebut.
“Tidak ada salahnya kita memanfaatkan posisi strategis Batam untuk mendorong promosi produk sekaligus menarik investasi,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Mendagri berharap PPID Batam dapat menjadi pintu masuk bagi investasi asing ke berbagai daerah di Indonesia. Ia juga mengajak para kepala daerah untuk memanfaatkan fasilitas PPID dengan menampilkan produk unggulan dan potensi investasi khas daerah masing-masing.
Melalui langkah tersebut, Tito optimistis minat investor akan meningkat, terutama terhadap produk dan peluang usaha yang memiliki keunikan serta nilai tambah yang tidak dimiliki negara lain.
Lebih lanjut, Mendagri menegaskan dukungan penuh Kementerian Dalam Negeri terhadap inisiatif APKASI dan IBA dalam memperkuat promosi investasi daerah.
“Saya berharap kepala daerah dapat menampilkan produk yang benar-benar potensial, baik untuk pasar maupun investasi. Lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan Singapura yang menjadi pusat ekonomi dan keuangan kawasan,” kata Tito.
Dengan keberadaan PPID di Batam, pemerintah berharap promosi produk daerah dan arus investasi ke Indonesia dapat semakin meningkat secara berkelanjutan.

