Menag dan Menkeu Bahas Penguatan Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan Umat

SuaraJakartaCo— Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa guna membahas penguatan sinergi pengelolaan ekonomi syariah, khususnya optimalisasi dana umat agar dapat berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (14/1).

“Sebagian dana umat yang selama ini belum aktif dan belum aktual perlu kita aktualkan agar dapat berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Menag menjelaskan, potensi ekonomi umat di Indonesia sangat besar. Namun, dana-dana umat seperti zakat, wakaf, infak, dan sedekah masih belum dikelola secara optimal sehingga dampaknya belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Menurut Menag, diperlukan langkah konkret dan terukur untuk mengaktifkan serta mengelola dana-dana tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah.

“Ke depan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi umat. Pengelolaan zakat, wakaf, infak, dan sedekah harus dilakukan secara profesional dan diawasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana umat harus memiliki tujuan yang jelas, yakni membantu kesejahteraan masyarakat, bukan untuk memperkaya kelompok tertentu.

“Dana umat harus dikelola secara profesional dan diawasi. Targetnya jelas, untuk membantu umat, bukan memperkaya segelintir orang,” tegas Menag.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama tengah mengumpulkan dan mengkaji data dari Badan Pusat Statistik (BPS) guna memetakan potensi ekonomi umat secara lebih komprehensif.

Data tersebut, kata dia, akan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pengelolaan dana umat agar lebih terarah, tepat sasaran, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat

Related Articles

Latest Articles