SuaraJakartaCo, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri acara Syukuran Pesta Emas 50 Tahun Imamat Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo yang digelar di Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga atau Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026) malam.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas iman dan nasional. Tampak hadir Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid bersama putri-putrinya, Yenny Wahid, Alissa Wahid, dan Inayah Wahid. Sejumlah uskup dari berbagai wilayah juga turut hadir, di antaranya dari Jawa, Ketapang, dan Ambon.
Perayaan Pesta Emas Imamat Kardinal Suharyo dimeriahkan dengan pagelaran ketoprak rohani berjudul Raja Airlangga Mandita. Menteri Agama turut menyaksikan pertunjukan tersebut bersama Kardinal Suharyo dan para undangan.
Usai acara, Menag menyampaikan apresiasi atas pengabdian panjang Kardinal Suharyo dalam pelayanan gereja sekaligus perannya dalam merawat harmoni dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
“Saya ucapkan selamat kepada Romo. Selama 50 tahun berbakti di Gereja Katedral nyaris tanpa catatan negatif, semuanya serba positif. Puncaknya, kita bersama-sama membangun Terowongan Katedral–Istiqlal yang menghubungkan dua rumah ibadah,” ujar Nasaruddin Umar.
Menurut Menag, terowongan penghubung Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kuat persaudaraan dan dialog lintas iman.
“Saya bangga sahabat saya, sekaligus kembaran saya. Dia memimpin Katedral, saya di Istiqlal. Kita berhasil membangun jembatan penyeberangan spiritual sebagai satu kesatuan umat beragama,” katanya.
Menag menilai perjalanan imamat Kardinal Suharyo selama lima dekade menjadi teladan penting dalam menjaga moderasi beragama, memperkuat persatuan, serta merawat kebhinekaan di Indonesia.

