Listrik Ilegal 7 Kelurahan Di Jakpus Diputus

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Menindaklanjuti perintah Wali Kota Jakarta Pusat, Kasudin Perindustrian dan Energi (PE) Jakpus memutus sambungan listrik ilegal 7 kantor kelurahan di wilayah Jakarta Pusat, Rabu (30/08/2017).

“Pemutusan aliran listrik ilegal untuk hari ini, sudah ada tujuh kantor kelurahan yang kita putus,” kata Kasudin PE Jakpus , Iswandi ke SuaraJakarta.co.

Meski demikian pihak kelurahan diminta untuk meningkatkan daya ketimbang melakukan sambungan listrik illegal. Dari ke tujuh kantor kelurahan yang melakukan sambungan listrik ilegal tersebut, kata Iswandi, ada di wilayah Kecamatan Gambir, Kemayoran, Johar Baru dan Tanah Abang.

“Dan hampir seluruh kantor kelurahan yang melakukan sambungan listrik ilegal digunakan untuk meningkatkan daya pada server e-KTP,” jelas Iswandi.

BACA JUGA  Survei Median: Terseok-Seok, Foke-Nachrowi Hanya Tembus 36,5%
BACA JUGA  Pemanggilan Ahok Bagian untuk Mengawasi Kinerja KPK dalam Kasus Sumber Waras

Iswandi mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan penyambungan listrik ilegal tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2012 lalu. “Ya kalau melihat mulai adanya perekaman-perekaman untuk e-KTP itu kan sekitar tahun 2012,” tandasnya.

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede menegaskan, kantor kelurahan yang kekurangan daya listrik sebaiknya melakukan penambahan daya. “Saya minta para lurah bisa mengajukan anggaran penambahan daya listrik, karena untuk menunjang pelayanan kepada warga,” tegasnya. (Van)

Related Articles

BACA JUGA  Dalam Rapim TNI-Polri, Presiden Joko Widodo Minta TNI-Polri Tingkatkan Disiplin

Kemenag Tetapkan Idul Adha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Latest Articles