SuaraJakartaCo– Ketua Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi) DKJ, Salim Wehfany, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan dalam menyikapi isu dugaan temuan belatung pada salah satu menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial.
Salim menegaskan, program MBG merupakan inisiatif strateg.mapper Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Ia meminta publik melihat persoalan tersebut secara proporsional dan menunggu hasil penelusuran resmi dari pihak terkait.
“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah program mulia Presiden. Insiden yang terjadi bersifat kasuistik dan sedang ditangani secara serius. Masyarakat kami harapkan tetap objektif dan tidak membangun opini liar,” kata Salim dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (…).
Minta Publik Fokus pada Investigasi Resmi
Menurut Salim, kegaduhan yang berlebihan justru berpotensi mengaburkan tujuan utama MBG, yakni memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang layak. Ia mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kepanikan dan merugikan keberlanjutan program.
“Kami mengajak masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi. Biarkan tim pengawas dan pihak berwenang bekerja mengevaluasi standar operasional di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh unggahan media sosial yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.
Dorong Penguatan Pengawasan dan Higienitas
Meski demikian, Gertasi DKJ menegaskan bahwa aspek keamanan pangan dan kebersihan merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Insiden ini, kata Salim, harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap penyedia makanan dalam program MBG.
Beberapa langkah yang dinilai perlu diperkuat antara lain audit berkala dan inspeksi mendadak ke dapur penyedia, pengetatan standar operasional prosedur (SOP) mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian, serta edukasi kepada pihak sekolah dan siswa terkait mekanisme pelaporan keluhan secara formal.
“Pengawasan kolektif tetap diperlukan, namun dilakukan secara konstruktif demi perbaikan sistem, bukan untuk menjatuhkan program,” katanya.
Harap Program MBG Tetap Berjalan
Salim berharap polemik terkait dugaan keracunan ini tidak berlarut-larut dan tidak mengganggu keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan pelajar di Tanah Air.
“Tujuan kita sama, yakni memastikan anak-anak Indonesia sehat dan tidak ada lagi yang belajar dalam keadaan lapar. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan terkait keberpihakan kepada rakyat.
“Presiden berkali-kali menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak-anak sekolah yang kelaparan di negeri ini. Program MBG adalah wujud nyata dari komitmen tersebut,” pungkas Salim.

