Kerjasama Australia, Mendes Tak Ingin Bantuan Berupa Uang

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Saat membahas kerjasama dengan Negara Australia, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo menolak bantuan berupa uang. Menurutnya, kerjasama akan lebih efektif jika langsung diimplementasikan di bidang pemberdayaan.

“Kami sangat senang jika Australia mau bekerjasama khususnya dalam hal pemberdayaan. Kami berharap agar bantuan yang diberikan kepada kami bukan berupa uang,” ujarnya saat menerima kunjungan Dubes Australia, Paul Grigson di Kantor Kalibata Jakarta, Jum’at (2/9).

Mendes Eko mengatakan, desa saat ini membutuhkan pengetahuan agar mampu mengolah bahan baku menjadi bahan setengah jadi. Bahkan menurutnya, akan lebih baik jika masyarakat desa nantinya mampu mengolah produk desa menjadi makanan siap olah.

BACA JUGA  Insiden Crane Jatuh, Bina Marga DKI Dinilai Lalai Mengawasi Pengerjaan Proyek

“Dalam hal peternakan dan pertanian, sarana pasca panen itu sangat penting. Karena untuk menaikkan harga jual produk, perlu pengolahan lebih lanjut dari produk tersebut dan juga pengemasannya,” ujarnya.

BACA JUGA  Melalui Desa, Mendes Yakin Indonesia akan Jadi Penghasil Pangan Dunia

Di sisi lain Dubes Australia, Paul Grigson sepakat jika kerjasama dilakukan pada bidang pemberdayaan. Ia menawarkan program pelatihan leadership (kepeminpinan) bagi pemimpin dan pendamping desa.

“Bagaimana jika program pelatihannya berupa training of trainers, khususnya bagi pendamping desa, atau pelatihan bagi para pemimpin desa mengenai leadership. Yang nantinya para pendamping tersebut bisa meneruskan pelatihan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu Paul juga menawarkan program pengolahan pertanian dan peternakan. Kemudian, ia juga mengajak Kemendes PDTT bekerjasama di bidang pendidikan, yakni dengan memberikan beasiswa bagi masyarakat desa.

BACA JUGA  Odong-odong di Cempaka Putih Ditertibkan Petugas Karena Mengganggu Pengguna Jalan

“Beberapa universitas di Australia telah berkolaborasi dengan beberapa universitas di Indonesia, diantaranya Universitas Tazmania yg berkolaborasi dg UGM, Universitas Queensland yg berkolaborasi dg UI,” ujarnya.

BACA JUGA  Diringi Rintik Hujan, Mendes Eko dan Jokowi Tinjau Saluran Peresapan Air Hujan Hasil Dandes

Related Articles

Latest Articles