SuaraJakartaCo, Jakarta– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPVI) memperkuat upaya penyiapan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan siap kerja dengan menjalin kerja sama penguatan asesmen keterampilan pendidikan vokasi bersama Markija Berdaya.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, Jakarta, Senin (10/2).
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat keterkaitan (link and match) antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri melalui pemanfaatan teknologi asesmen keterampilan berbasis data.
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Sidik Herman, menegaskan bahwa asesmen keterampilan menjadi elemen penting untuk memastikan lulusan pendidikan vokasi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Data hasil asesmen dapat menjadi instrumen strategis bagi satuan pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan,” ujar Sidik.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis kompetensi dan bukti (evidence-based) diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Dalam kerja sama ini, Markija Berdaya mengimplementasikan solusi asesmen keterampilan berbasis teknologi bernama PractiWork pada empat satuan pendidikan vokasi di bawah Kemenperin, yakni SMK-SMAK Bogor, Akademi Kimia Analisis (AKA) Bogor, Politeknik STMI Jakarta, dan Politeknik APP Jakarta.
Melalui PractiWork, peserta didik pendidikan vokasi menjalani asesmen komprehensif yang mencakup keterampilan kerja, kemampuan kognitif dan psikomotorik, karakteristik kepribadian, serta minat dan preferensi kerja. Asesmen ini ditujukan untuk mendukung proses pembelajaran, program magang, hingga transisi ke dunia industri.
Sebagai bagian dari implementasi awal, Markija telah melakukan uji coba asesmen PractiWork di SMK-SMAK Bogor pada 10–12 September 2025. Dari asesmen terhadap 47 siswa, hasil menunjukkan bahwa potensi peserta didik tidak selalu tercermin dari capaian nilai akademik semata.
Pemetaan berbasis data tersebut mengelompokkan siswa ke dalam delapan klaster karakteristik, dengan klaster terbesar merupakan siswa yang memiliki keseimbangan kemampuan kognitif, sosial, dan emosional (well-rounded).
Hasil asesmen juga menunjukkan bahwa siswa dengan capaian akademik rendah tersebar di berbagai klaster karakteristik, menandakan adanya beragam faktor yang memengaruhi hasil belajar. Sementara itu, siswa dengan capaian akademik tinggi cenderung terkonsentrasi pada klaster berkemampuan tinggi dan fokus.
President Director Markija Berdaya, Csongor Hunyar, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Markija dalam mendukung pengembangan SDM industri berbasis kompetensi.
“Melalui PractiWork, kami menghadirkan asesmen keterampilan yang komprehensif dan objektif untuk menjembatani pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata industri, tidak hanya dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga karakter kerja dan kesiapan individu,” katanya.
Pandangan dunia usaha turut menguatkan pentingnya kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Wakil Ketua Bidang Hubungan Internasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Didit Ratam, menilai asesmen keterampilan dapat mempercepat adaptasi tenaga kerja di dunia industri.
“Kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri akan memperpendek learning gap tenaga kerja sejak awal memasuki dunia kerja,” ujar Didit.
Kerja sama antara PPVI Kemenperin dan Markija Berdaya diharapkan menjadi fondasi penguatan ekosistem pendidikan vokasi berbasis kompetensi dan kebutuhan industri, serta membuka peluang perluasan implementasi asesmen keterampilan ke berbagai institusi pendidikan dan sektor industri lainnya di Indonesia.

