SuaraJakartaCo, Jakarta– Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik di berbagai jalur mudik nasional guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus mengantisipasi perayaan Hari Raya Nyepi yang berdekatan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan layanan berbasis masjid tersebut menjadi bagian dari strategi negara menghadirkan pelayanan publik yang aman dan humanis selama periode mudik Lebaran 2026.
“Secara nasional, tercatat sebanyak 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik disiapkan di berbagai jalur mudik,” ujar Nasaruddin dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, layanan di masjid meliputi pembukaan akses 24 jam, pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet dan ketersediaan air wudhu, fasilitas pengisian daya gawai, ruang ibadah yang nyaman, area istirahat, penyediaan air minum dan makanan ringan, hingga pusat informasi bagi pemudik.
Ekspedisi Masjid Indonesia 2026
Untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan publik, Kemenag juga meluncurkan Program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026. Program ini menampilkan praktik pelayanan masjid yang inklusif selama masa mudik dan arus balik.
EMI akan dilaksanakan melalui peliputan perjalanan di jalur mudik bersama Radio Elshinta, dengan kick-off pada H-8 Idul Fitri dan pelaksanaan pada H-7 hingga H+7 Lebaran, yakni 13–29 Maret 2026.
Masjid yang terlibat diklasifikasikan dalam sejumlah kategori, antara lain Masjid Transit Utama, Masjid Buffer Kota, Masjid Kota Provinsi/Kabupaten, Masjid Ikonik Sejarah, serta Masjid Area Berisiko di titik pelabuhan, perbatasan, dan jalur rawan kemacetan.
Skema Nyepi dan Takbiran di Bali
Selain fokus pada mudik Lebaran, Kemenag juga menyiapkan skema pengaturan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali yang tahun ini berdekatan dengan Idul Fitri.
Apabila Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026, takbiran di Bali tetap diperbolehkan namun dilaksanakan secara terbatas, tanpa pengeras suara, tanpa arak-arakan kendaraan, serta dengan penerangan minimal sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.
Namun jika Idul Fitri berlangsung pada 21 Maret 2026, maka pelaksanaan Nyepi dan takbiran dapat berjalan normal sesuai waktu masing-masing.
Menag menegaskan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan masyarakat selama mudik dan perayaan keagamaan berjalan aman, tertib, dan nyaman.
“Negara harus hadir memastikan umat dapat menjalankan ibadah sekaligus melakukan perjalanan mudik dengan aman dan manusiawi, dan masjid menjadi bagian penting dari pelayanan publik tersebut,” katanya.
Kemenag memastikan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola rumah ibadah terus diperkuat guna mengantisipasi lonjakan pemudik serta menjaga harmoni antarumat beragama selama momentum Nyepi dan Idul Fitri 1447 H.

