Jalan Tak Kunjung Ditinggikan Dan Diaspal, Padahal Usulan Sudah Sejak 2013 Lalu

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Warga Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat curhat soal jalan pemukiman yang rendah. Meski telah diusulkan agar segera ditinggikan melalui musrenbang beberapa tahun yang lalu, namun tak kunjung direalisasi. Hal tersebut diungkapkan, seorang FKDM RW 03, Fajar diacara kegiatan kunjungan Jumat Keliling (Jumling).

“Ada jalan yang belum tersentuh oleh Bina Marga dan beberapa jalan lingkungan yang belum diaspal seperti di Jalan
Siaga I, II, III, IV, VII, meliputi RT 010, 11, 12, 14, 16, 17”, ucap Fajar, Jumat (14/10/2016).

Ia juga mengaku kecewa, sebab usulan dari tahun 2013 lalu melalui musrenbang tentang jalan rendah tidak pernah terealisasi.

“Usulan jalan yang rendah maupun jalan yang belum diaspal itu perlu ditinggikan, lebar jalan nya sekitar 3 meter. Pada saat musrenbang sudah diusulkan tapi tidak ada realisasinya, karena ika hujan turun sering tergenang air mencapai 20-30 cm.

Mendengar informasi tersebut, Asisten Pembangunan dan LH, Jakarta Pusat, Yuwendri langsung memerintahkan Kasi Bina Marga Kecamatan Kemayoran untuk segera mengecek jalan tersebut.

“Saya minta Kepala Seksi Bina Marga, untuk segera mengecek jalan lingkungan disekitar RW 03. Jika masih ada anggaran agar diaspal, karena untuk kepentingan warga”, ucap Yuwendri saat berdialog bersama warga diacara kegiatan Jumling RW 08, Cempakabaru, Kemayoran didampingi Kabag Tapem, Camat Kemayoran, Herry Purnama, Lurah Cempakabaru, M. Irfan Yusuf berlangsung di Jalan Pam III, RW 08.

Menurutnya, warga juga diharapkan agar mengusulkan jalan-jalan yang belum licin karena Bina Marga menyediakan anggaran untuk pengaspalan.

Yuwendri mengatakan, program jumling yang diadakan setiap hari jumat merupakan agenda kegiatan Walikota Jakarta Pusat dalam monitoring kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ke rumah-rumah warga.

“Kita melaksanakan kegiatan sosial ini untuk monitoring PSN berkunjung kerumah-rumah warga untuk memeriksa ada tidaknya jentik-jentik nyamuk”, jelas Yuwendri.

Peran kader jumantik, kata Yuwendri tidak hanya memeriksa jentik nyamuk, mereka dapat menanyakan warga tentang Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Ada tugas khusus dari Gubernur yakni tentang BPJS Kesehatan. Beliau berharap jangan sampai ada warga yang sakit tidak berobat kerumah sakit, karena semua biaya ditanggung Pemprov DKI Jakarta”, ungkap Yuwendri yang mengapresiasi dilingkungan RW 08 sangat asri, hijau dan royo-royo.

Camat Kemayoran, Herry Purnama menambahkan, kader jumantik harus tetap semangat dalam memeriksa jentik-jentik nyamuk disetiap rumah warga.

“Saya minta kader jumantik secara intens melakukan pemeriksaan kerumah-rumah warga dengan mengecek jamban maupun tempat penampungan air. Diwilayah RW 08 terdiri dari 15 RT dengan lingkungan yang sudah tertata”, ungkap Herry (Ivan)

Leave a Reply