Zayed Award for Human Fraternity 2026 Diumumkan, Perjanjian Damai Azerbaijan–Armenia dan Aktivis Pendidikan Afghanistan Jadi Penerima

SuaraJakartaCo, Abu Dhabi – Zayed Award for Human Fraternity secara resmi mengumumkan penerima penghargaan tahun 2026, yakni perjanjian perdamaian bersejarah antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia, serta tokoh advokasi pendidikan anak perempuan Afghanistan, Zarqa Yaftali. Pengumuman ini disampaikan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (19/1/2026).

Penetapan tersebut menandai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya penghargaan bergengsi ini diberikan kepada penerima dari wilayah Kaukasus dan Afghanistan. Dewan juri menilai kedua penerima mencerminkan nilai utama persaudaraan kemanusiaan, dialog, serta perjuangan tanpa kekerasan dalam membangun masa depan yang lebih damai.

Perjanjian bertajuk Agreement on Establishment of Peace and Inter-State Relations between the Republic of Azerbaijan and the Republic of Armenia dinilai sebagai tonggak penting dalam mengakhiri konflik dan penderitaan kemanusiaan yang telah berlangsung hampir empat dekade di kawasan Kaukasus Selatan. Dewan juri menegaskan bahwa perjanjian ini tidak hanya menjadi simbol rekonsiliasi, tetapi juga menegaskan bahwa perdamaian adalah sebuah proses berkelanjutan yang dibangun melalui dialog dan normalisasi hubungan antarnegara.

Presiden Republik Azerbaijan, Ilham Aliyev, menyampaikan apresiasi atas pengakuan tersebut. Ia menilai penghargaan ini memiliki makna khusus karena menyandang nama Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri Uni Emirat Arab.

“Penghargaan global ini merupakan kehormatan ganda bagi Azerbaijan, terlebih karena didukung oleh pemimpin moral dunia, Paus Leo XIV dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb,” ujar Presiden Aliyev.

Sementara itu, Perdana Menteri Republik Armenia, Nikol Pashinyan, menyebut penghargaan ini sebagai “kehormatan besar” bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses perdamaian.

Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif pemerintah, parlemen, tim politik, serta masyarakat Armenia. “Penghargaan bersama ini mencerminkan pencapaian kolektif Armenia dan Azerbaijan dalam membuka jalan menuju perdamaian,” kata Pashinyan.

Selain perjanjian damai, Zarqa Yaftali juga ditetapkan sebagai penerima Zayed Award for Human Fraternity 2026 atas dedikasinya dalam memperjuangkan hak pendidikan perempuan dan anak-anak Afghanistan. Melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas, Yaftali telah memberikan akses pendidikan, dukungan psikososial, serta layanan kemanusiaan kepada lebih dari 100 ribu orang di Afghanistan dan wilayah sekitarnya.

Zarqa Yaftali mengaku terharu atas penghargaan tersebut. Ia menyebut pengakuan ini sebagai pesan harapan bagi perempuan Afghanistan yang hidup dalam keterbatasan.

“Penghargaan ini membawa harapan baru, khususnya bagi para pelajar perempuan dan perempuan muda yang terus berjuang mendapatkan pendidikan,” ujarnya.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, yang juga menjadi anggota dewan juri, menilai Yaftali sebagai simbol ketangguhan dan kepemimpinan perempuan dalam kondisi paling sulit. Menurutnya, perjuangan Yaftali menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi masa depan anak-anak perempuan Afghanistan.

Para penerima penghargaan dipilih oleh dewan juri global independen yang terdiri dari tokoh internasional, antara lain Charles Michel, Moussa Faki Mahamat, Catherine Russell, Saida Mirziyoyeva, Kardinal José Tolentino de Mendonça, serta Sekretaris Jenderal Zayed Award for Human Fraternity, Mohamed Abdelsalam.

“Perjanjian damai Azerbaijan–Armenia merupakan pencapaian diplomatik besar yang membuka lembaran baru bagi perdamaian global, sementara kiprah Zarqa Yaftali mencerminkan kekuatan persaudaraan kemanusiaan dalam memberdayakan kelompok paling rentan,” kata Abdelsalam.

Penghargaan Zayed Award for Human Fraternity 2026 akan diserahkan secara resmi pada 4 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Persaudaraan Manusia Internasional yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Upacara penghargaan akan digelar di Founder’s Memorial, Abu Dhabi, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Zayed Award for Human Fraternity.

Zayed Award for Human Fraternity sendiri terinspirasi dari Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb di Abu Dhabi pada 2019. Sejak diluncurkan, penghargaan ini telah mengapresiasi 19 tokoh dan organisasi dunia yang berkontribusi dalam membangun perdamaian, dialog, dan kemanusiaan lintas batas.

Related Articles

Latest Articles