INDEF: BPS Harus Independen dalam Menyampaikan Data Krisis Pangan 

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Direktur INDEF Enny Sri Hartanti mengatakan bahwa tidak ada persoalan dengan adanya importasi pangan, khususnya beras. Enny mengatakan importasi pangan adalah suatu yang biasa dan wajar sepanjang data BPS menunjukkan mengonfirmasi hal tersebut, yaitu adanya kenaikan harga pangan yang disebabkan bencana berkepanjangan dari El-Nino

“BPS telah bersikap independen dalam menunjukkan data bahwa kemiskinan naik karena disebabkan harga pangan naik atas sebab El-Nino,” kata Enny sebagaimana disampaikan dalam Focus Group Discussion The Habibie Centre “Bencana El-Nino dan Krisis Pangan 2015”, Jumat (2/10).

Selain itu, Guru Besar IPB Prof Dwi Andreas menambahkan bahwa baru kali ini data yang disampaikan BPS berbeda semangatnya dengan rezim pemerintah. Pemerintah, tambah Andreas, telah menyampaikan kebohongan publik saat mengatakan bahwa produksi beras, jagung, dan kedelai naik bersamaan dalam satu waktu.

BACA JUGA  Neraca Perdagangan Surplus Karena Impor Melemah Bukan Karena Ekspor Meningkat
BACA JUGA  Awas, Pembayaran Gaji PHL Jangan Sampai Telat

“Tidak mungkin dalam kurun satu waktu produksi jagung, beras, dan kedelai naik produksinya di saat banyak lahan di Indonesia yang alih fungsi. Pemerintah bohong,” kata Andreas.

Diskusi ini juga turut menghadirkan Direktur CIDES Rudi Wahyono, Kepala Bappeda Kendal Purwadi, dan Pengamat Politik Indria Samego. Diskusi direncanakan berseri untuk terus mengawal agenda pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Related Articles

BACA JUGA  Pintu JPO Jayakarta Dipasangi Pintu Agar Tidak Dijadikan Tempat Nongkrong

Kemenag Tetapkan Idul Adha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Latest Articles