MUI Minta Penegak Hukum cepat Selesaikan Persoalan Kasus Penistaan Agama terhadap Petahana

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas siapapun pihak yang melakukan penodaan dan penistaan Al-Quran dan ajaran Agama Islam.

Hal itu disampaikan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin dalam menanggapi dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh petahana Basuki saat memberikan bantuan kepada masyarakat Kepulauan Seribu pekan silam.

“Aparat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum,” jelas KH Ma’ruf Amin dalam rilis yang diterima suarajakarta.co, Selasa (11/10).

Selain meminta kepada aparat penegak hukum, MUI juga mendesak agar pemerintah agar tidak melakukan pembiaran atas penistaan agama tersebut. Hal itu dilakukan untuk menjaga harmoni kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

BACA JUGA  Astaghfirullah! Di depan Anak SD, Ahok Sebut Bilang "Tai" adalah Hal yang Biasa
BACA JUGA  Revisi Pergub Penyampaian Pendapat, Hanya Sebatas Soal Lokasi dan Konvoi

“Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, di samping tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan melaporkan kepada yang berwenang,” tambah ulama senior NU tersebut.

Diketahui, saat ini pelaporan terhadap penistaan agama tersebut telah diterima oleh Bareskrim Polri. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setyono mengatakan laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti meskipun petahana Basuki telah meminta maaf.

“Iya dilimpahkan ke Bareskrim,” kata Awi, Jumat (7/10).

Related Articles

BACA JUGA  PKS Tegaskan Komitmen Perjuangan Hak Bagi Penyandang Disabilitas

Milad Ke-66 Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Alumni Luncurkan Buku Saniri Negeri Dalam Tata Hukum Nasional

Latest Articles