SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Lomba Peragaan Busana Istri Mirip Teroris, Fahira Desak Penyelenggara Acara Dipolisikan

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Sebagai bagian dari perwakilan aspirasi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, Fahira Idris, mengaku geram dengan penyelenggara perlombaan peragaan busana mirip istri teroris yang berhadiah total Rp 1 juta tersebut.

Meskipun telah dibatalkan, acara yang sedianya diadakan di Gramedia Depok, minggu (31/5) tersebut, menurut Fahira tetap tidak bisa didiamkan karena dikhawatirkan akan ada lagi kegiatan yang memancing emosi dan meresahkan masyarakat. “Makanya polisi harus periksa penyelenggara lomba ini,” ujarnya, Senin (1/6/2015).

Menurutnya, pagelaran lomba tersebut akan ‘mendompleng’ acara launching novel ‘Akulah Istri Teroris’ karya Abidah El Khalieqy di Gramedia Depok pada Minggu (31/5/2015) kemarin.

Jika dibaca sinopsinya, isi novel ini sangat baik dan harus didukung karena mengajak masyarakat Indonesia untuk menghapus stigma bahwa Islam itu identik dengan teroris, atau mereka yang bercadar itu adalah istri para teroris. kenapa saat launching dan diskusi novel ini bisa terselip kegiatan yang sangat kontraproduktif dengan pesan novel ini?” tanya Fahira.

Sebelumnya lomba busana mirip istri teroris ramai diperbincangkan di media sosial, lomba tersebut dipromosikan melalui poster peluncuran novel ‘Akulah Istri Teroris’ karya Abidah El Khalieqy.

Sementara itu Abidah menanggapi dirinya tidak tahu menahu perihal lomba busana mirip istri teroris di acara peluncuran novelnya tersebut. Karena itu dirinya menyesalkan Multivent Organizer sebagai pihak yang bertanggungjawab.

“Saya memang diundang untuk talk show buku ini. Tapi tidak ada lomba seperti ini awalnya. Saya sangat menyesalkan EO (event organizer) tidak meminta izin lebih dulu. Alasan mereka, untuk guyon,” pungkasnya.

BACA JUGA  Terkait Pemakaian Atribut Natal, Fahira Surati Asosiasi Ritel, Restoran, dan Hotel

Akibatnya, rencana launching novel karyanya pun gagal karena ulah pihak penyelenggara. Namun ketika ditanyakan apakah dirinya akan menuntut event organizer (EO) tersebut, Abidah mengaku masih memikirkannya.

Related Posts

Leave a Reply