Site icon SuaraJakarta.co

Fahira: Kota Ramah Anak dan Perempuan, Tantangan DKI ke Depan

Senator DPD RI Fahira Idris (foto: Feri Usmawan/ okezone.com)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Setahun kepemimpinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama “Ahok”, dalam pandangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), memiliki tantangan terbesar agar bagaimana DKI bisa berpredikat sebagai kota layak anak dan ramah terhadap perempuan.

“Ini yang memang bukan pekerjaan mudah, karena perlu proses, perencanaan yang matang, eksekusi yang tepat, dan waktu yang tidak singkat,” tutur Fahira dalam siaran pers yang dikirim kepada suarajakarta.co, Jumat (20/11).

Untuk itu, Fahira menyarankan Pemprov DKI Jakarta bisa memulainya dari kebijakan-kebijakan yang sederhana tetapi dampaknya langsung dapat dirasakan perempuan dan anak. “Misalnya, mlibatkan anak-anak di Jakarta dalam setiap Musrenbang Daerah karena mereka punya hak untuk ikut menentukan wajah kota mereka sendiri, buat RT/RW siaga anak, beri sanksi tegas kepada pedagang rokok dan minuman beralkohol yang menjualnya ke anak-anak, larangan tegas pelajar membawa kendaraan bermotor, dan aturan lainnya,” jelas anak dari Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris ini.

Sementara itu, tambah Fahira, agar Jakarta bisa lebih ramah perempuan, aturan-aturan sederhana sebenarnya sudah bisa dilakukan. Misalnya, di Jakarta tidak ada lagi papan reklame di semua jembatan penyeberangan karena akan menghalangi pandangan jika ada tindak kejahatan terhadap perempuan saat menyeberang di atasnya, atau yang paling mendesak saat ini, lanjut Fahira, adalah membuat sistem transportasi umum yang ramah perempuan sehingga tidak lagi mendengar ada perempuan diperkosa diangkot.

“Sayangnya, setahun ini, saya belum melihat ada terobosan, mulai dari regulasi hingga aksi. Syarat jadi kota layak anak dan ramah perempuan itu berat. Makanya harus dimulai dari sekarang dan bisa mulai dari hal-hal yang sederhana,” tegasnya.

Exit mobile version