SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia

Dirut Satya Inginkan Tarif LRT Jakarta Tidak Diatur Secara Ketat

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Pembangunan LRT Jakarta per Januari 2018 ini telah mencapai progress pembangunan sebesar 56,94 persen. Hal itu terhitung sejak pengeboran pertama pada 15 Januari 2017, di mana PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjadi kontraktor utamanya.

Dirut PT Jakpro Satya Heraghandi menjelaskan nantinya akan terdapat 6 Stasiun LRT Jakarta sepanjang Kelapa Gading, Jakarta Utara, hingga Velodrome, Jakarta Timur, dengan panjang sekitar 5,8 kilometer (termasuk depo).

Suarajakarta.co berkesempatan langsung untuk melakukan visit project ke Depo LRT Jakarta, Kamis (25/1).

Suarajakarta.co melihat kawasan seluas 9 hektare itu sedang giat melakukan aktivitas pembangunan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), di mana depo, stasiun, hingga hunian vertikal akan menjadi satu di kawasan tersebut.

“Di kawasan ini juga akan dibangun hunian vertikal setinggi 36 meter dengan 3000 unit. Meskipun demikian, kita masih nunggu hingga pertengahan 2018, baru kita putuskan bangun atau tidak,” jelas Satya kepada wartawan.

Selain itu, dari sisi teknis, LRT Jakarta ini sekali jalan akan membawa 3-4 gerbong, di mana setiap gerbong akan mampu membawa 135 orang penumpang.

“Sehingga, sekali jalan, akan ada sekitar 540 orang yang terangkut. Total, kita memiliki 16 gerbong yang siap beroperasi Agustus 2018 di Asian Games,” tambahnya.

Selain itu, dengan masukan dari konsultan serta pengawas pembangunan dari PT Mott MacDonald Indonesia, Inggris, rancangan seluruh stasiun LRT termasuk Depo di Kelapa Gading, akan dibuat lebih terbuka sehingga tidak panas.

BACA JUGA  Tanggul Banjir Kanal Barat Jebol, Saefullah Ajak Dewan Kota Tanah Abang Turun Tangan.

Yang paling penting, jelas Satya, desain LRT ini juga mengakomodir bagi para penyandang disabilitas dengan adanya dua bangunan lift.

“Meskipun demikian, kami berharap tarif tidak sepenuhnya diatur secara ketat. Bisa jadi, nanti tarif pada jam-jam sibuk berbeda dengan jam yang relatif sepi. Ini untuk menjaga agar semua warga dapat menggunakan LRT dengan nyaman dan terjangkau,” jelas Satya. (RDB)

Leave a Reply