Dewan Kota Ingatkan Penyerapan Anggaran untuk Kesejahteraan Masyarakat

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede optimis penyerapan anggaran Tahun 2016 dapat terserap hingga 90 persen.

Hal tersebut diungkapkan Mangara Pardede kepada SuaraJakarta.co usai memimpin rapat pimpinan diruang pola kantor Pemerintah Kota Administrasi, Jakarta Pusat, Jalan Tanahabang I, Gambir, Jakpus, Selasa (30/08/2016) siang.

“Saya yakin penyerapan anggaran di tahun ini akan meningkat. Karena saat ini sudah meningkat di atas 36 persen”, ucap Mangara.

Mangara menambahkan, kepada SKPD/UKPD diharapkan dapat memonitor dan mengawal proses lelang di ULP.

“Yang lambat itu, biasanya pada proses pembangunan fisik di tahapan lelang konsolidasi di ULP”, ujarnya.
Meski begitu, mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini yakin penyerapan anggaran tahun 2016 terserap hingga 90 persen.”Saya harap penyerapan tahun ini mencapai 90 persen”, katanya

BACA JUGA  Dewan Kota bersama Wakil Walikota Jakpus Canangkan Gerakan Kerja Bakti Hebat
BACA JUGA  Gema Keadilan DKI Jakarta Ajak Kawal Bersama Gubernur Anies-Sandi

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat Ardy Purnawan Sani menilai poin penting penyerapan anggaran adalah maksimalisasi fungsi pengawasan.

“Fungsi walikota harus memastikan bahwa penyerapan anggaran tersebut benar-benar dapat melibatkan publik untuk mengawasi setiap penggunaannya. Bukan sekadar penyerapan, tapi pengawasan pengunaan anggaran juga adalah hal yang harus terukur,” jelas Ardy saat dihubungi suarajakarta.co, Rabu (31/8).

Oleh karena itu, publik harus dibuka ruang untuk mengawasi penggunaan anggaran tersebut, agar jangan sampai penyerapan tinggi tapi hanya untuk pembiayaan operasional pegawai dan belanja modal.

“Di sisi lain, belanja infrastruktur untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat menjadi terabaikan,” tegas Ardy Purnawan Sani, yang asli Tanah Abang ini. (RDB)

BACA JUGA  Walikota Jakpus Himbau Agar Camat dan Lurah Semangati PPSU
BACA JUGA  Dewan Kota Jakpus : Kinerja Camat dan Lurah yang Lambat dalam Penanganan Kasus DBD, Harus Diganti!

Related Articles

Latest Articles