Siswi Sekolah Rakyat Senang Dikunjungi Prabowo: Tak Ada Perundungan, Semua Teman di Sini

SuaraJakartaCo – Peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi momen berkesan bagi para siswa. Kehadiran langsung Kepala Negara memberi pengalaman tak terlupakan, terutama bagi siswa yang selama ini merasakan manfaat Sekolah Rakyat.

Salah satunya dirasakan Kirana Ali Ajahra, siswi kelas 7B Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Ia mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo untuk pertama kalinya.
“Senang banget, karena Pak Presiden berkunjung ke sini itu buat kami bahagia banget,” ujar Kirana, Senin (12/1/2026).

Kirana menuturkan, selama bersekolah di Sekolah Rakyat, ia merasakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Menurutnya, tidak ada sekat maupun kelompok-kelompok di antara siswa.

“Tak ada pembulian, tak ada kelompok-kelompokan. Semuanya berteman mau bagaimana pun orangnya,” kata dia.

Disiplin Berasrama dan Lingkungan Positif
Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama, yang membentuk kedisiplinan siswa sejak dini. Kirana menceritakan rutinitas hariannya yang dimulai sejak pukul 04.00 WIB.

Bangun, mandi, salat, bersih-bersih kamar, lalu siap ke sekolah. Setelah dari kantin langsung belajar,” tuturnya.

Bagi Kirana yang berasal dari keluarga sederhana, Sekolah Rakyat menjadi harapan besar untuk masa depannya. Saat ditanya cita-cita, ia menjawab singkat namun penuh makna.
“Mau jadi orang sukses,” ujarnya.

Pesan Tulus untuk Prabowo

Di hadapan Presiden Prabowo, Kirana juga menyampaikan pesan tulus agar program Sekolah Rakyat terus dilanjutkan. Ia menilai Sekolah Rakyat memberi kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Bapak jangan stop ya. Sekolah Rakyat ini membantu kami yang orang sederhana dan tidak mampu. Saya anak yatim, dan dengan Sekolah Rakyat saya bisa melanjutkan sekolah,” ucapnya.

Menurut Kirana, tanpa Sekolah Rakyat, masa depannya bisa saja berbeda.

“Kalau tidak ada Sekolah Rakyat, mungkin saya sudah tidak sekolah. Terima kasih ya Bapak sudah mengadakan Sekolah Rakyat,” tutupnya.

Related Articles

Latest Articles