SuaraJakartaCo– Kementerian Agama (Kemenag) kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Utara. Bantuan berupa dana dan perlengkapan ibadah diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Abu Rokhmad, di Kecamatan Sawang, Selasa (13/1).
Bantuan tersebut disalurkan di empat desa yang terdampak banjir paling parah, yakni Desa Riseh Tunong, Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Desa Paya Rabo Lhok. Adapun bantuan yang diberikan meliputi Al-Qur’an, sarung, sajadah, mukena, tikar, dan ambal masjid.
Selain itu, Kemenag juga menyalurkan bantuan dana masing-masing sebesar Rp50 juta kepada Masjid As-Sa’adah di Desa Paya Rabo Lhok dan Masjid Baitut Taqwa di Desa Riseh Tunong guna mendukung pemulihan sarana ibadah pascabanjir.
Abu Rokhmad mengatakan, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga harus memastikan keberlangsungan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Dalam kondisi darurat, masyarakat membutuhkan penguatan spiritual dan ketenangan batin. Karena itu, layanan keagamaan harus segera dipulihkan agar rumah ibadah tetap berfungsi sebagai pusat layanan umat, terutama menjelang bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia menegaskan, layanan keagamaan merupakan bagian dari pelayanan dasar yang tidak boleh terhenti, sehingga penanganan pascabencana perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kehadiran Kementerian Agama di Aceh Utara, kata dia, juga menjadi bentuk solidaritas dan penguatan kebersamaan bagi masyarakat terdampak. Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan Kantor Wilayah Kemenag Aceh, unsur zakat dan wakaf, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga amil zakat nasional, penyuluh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh masyarakat, hingga civitas akademika melalui kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan bahwa kehadiran Kemenag di wilayah terdampak tidak hanya membawa bantuan material, tetapi juga memberikan penguatan mental bagi masyarakat.
“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tidak merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini. Kami akan terus mendampingi mereka hingga kondisi benar-benar pulih,” katanya.
Azhari menambahkan, hingga saat ini Kanwil Kemenag Aceh telah mengerahkan sebanyak 1.330 relawan untuk membantu membersihkan madrasah, rumah ibadah, serta Kantor Urusan Agama (KUA) yang terdampak banjir.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan.

