Site icon SuaraJakarta.co

Bamus Betawi Harus Akomodir Kesenian Budaya Daerah Lain

Jakarta – Musyawarah Besar (Mubes) ke-6 Badan Musyawarah (Bamus) Betawi berkeinginan menjadi organisasi masyarakat (ormas) tingkat nasional. Alasannya, saat ini sebanyak 114 ormas Betawi sudah berkembang pesat di 20 provinsi, berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada Desember 2012.

Dalam Mubes Bamus Betawi yang dijadwalkan berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 2-3 Maret 2013 itu, selain memilih ketua umum, dipastikan membahas dan menyetujui peningkatan struktur organisasi ini dari hanya tingkat Jabodetabek menjadi nasional.

“Selain memilih ketua umum, kita juga akan membahas mengenai wacana pengembangan organisasi. Konkretnya seperti apa nanti akan diputuskan dalam Mubes Bamus Betawi ke-6,” ujar Arsani, Ketua Panitia Pengarah Mubes Bamus Betawi ke-6, Jumat (1/3).

Pengembangan organisasi Bamus Betawi, kata Arsani, dinilai penting mengingat keberadaan masyarakat Betawi saat ini sudah menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.

Adapun tema yang dipilih dalam Mubes tersebut yakni, Dengan Mubes ke-6 Kita Tingkatkan Peran Bamus Betawi Dalam Memberdayakan Masyarakat Untuk Mencapai Kehidupan Yang Lebih Sejahtera, Cerdas dan Berbudaya. Rencananya, sebanyak 400 peserta yang mewakili masing-masing ormas akan menghadiri Mubes ke-6 ini.

Sejauh ini, ada sejumlah nama yang muncul untuk memperebutkan kursi Ketua Umum Bamus Betawi periode mendatang. Mereka antara lain, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Wakil Ketua DPRD DKI Lulung Lungggana, Ketua Pemuda Betawi Rahmat HS dan Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Zainuddin.

Secara terpisah, Ketua Komunitas Reog Ponorogo (Korepo) Jakarta, Mohammad Syaiful Jihad menghimbau, pelaksanaan Mubes Bamus Betawi ini dijadikan momentum agar kebudayaan dari daerah lain dapat diakomodir dan ikut dilestarikan.

“Bamus Betawi itu bukan hanya milik masyarakat Betawi, tetapi juga merasa dimiliki oleh masyarakat etnis lainnya. Diharapkan Ketua Umum Bamus Betawi terpilih mampu mengayomi masyarakat lainnya khususnya di bidang seni budaya. Alangkah saangat indah kalau Ondel-ondel Betawi bisa bersanding dengan Reog Ponorogo, Baronsai,  atau yang lainnya,” kata Mohammad Syaiful Jihad yang juga Koordinator Presidium Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Jakarta kepada Harian Terbit, Jumat (1/3).

Selain itu, menurut Syaiful, dalam UU Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemprov DKI Jakarta juga diamanatkan bahwa Pemprov DKI mempunyai wewenang untuk melestarikan, mengembangkan dan melindungi kebudayaan Betawi dan masyarakat lainnya yang ada di Jakarta.

Dia menjelaskan, kesenian tradisional bisa menjadi salah satu modal daya tarik Jakarta untuk mengundang para wisatawan. Maka dari itu Pemprov DKI wajib merawat dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada penggiat seni tradisional untuk beraktivitas.

“Ibukota Jakarta ini merupakan tempat berkumpulnya ratusan etnis dan suku budaya. Jadi sangat wajar semuanya diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang dengan Bamus Betawi sebagai ujungnya tombaknya,” pungkas Syaiful.

Exit mobile version