Angkie Yudistia : Kita Bangun Sinergi di W20 Untuk Pemberdayaan UMKM Perempuan Berkebutuhan Khusus

SuaraJakarta.co, Jakarta – Pemerintah Indonesia sangat serius meningkatkan inklusivitas ekonomi bagi penyandang disabilitas, khususnya perempuan. Keseriusan ini tercermin dari diangkatnya isu tersebut di rangkaian ajang G20.

Pada pelaksanaan Internasional Women 20 atau W20 dalam Presidensi G20 Indonesia 2022, terdapat empat tema besar yang diangkat, yakni mendorong kesetaraan, keamanan, dan kesejahteraan dengan menghapus diskriminasi yang menghambat partisipasi perempuan dalam perekonomian. Kedua, mencapai inklusi ekonomi dengan mendukung UMKM yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Ketiga, mengatasi kerentanan untuk meningkatkan ketahanan, dengan fokus pada perempuan penyandang disabilitas dan perempuan pedesaan. Lalu yang terakhir, kesehatan yang adil secara gender.

Misi utama W20 adalah untuk mempengaruhi komitmen tingkat tinggi pada pemberdayaan perempuan dan kesetaraan untuk agenda perempuan di G20, menempatkan isu perempuan di pusat diskusi global di jalur pemulihan ekonomi pasca-COVID 19. Selaras dengan tema Presindensi G20, W20 akan memimpin pemberdayaan perempuan untuk membangun kembali masa depan yang lebih baik, lebih setara, dan inklusif.

Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia mengatakan saat ini pihaknya membangun sinergi Indonesia inklusi pada perhelatan W20 untuk mendorong pemberdayaan ekonomi inklusi dengan mendukung UMKM yang dimiliki perempuan disabilitas agar menghasilkan nilai komersil.

Menurut Angkie, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 65 juta unit UMKM yang berkontribusi terhadap 61 persen perekonomian nasional. Dari jumlah UMKM tersebut, 64 persen pelaku UMKM Indonesia adalah perempuan.

BACA JUGA  OJK Berikan Literasi Keuangan Bagi Para Pengusaha Kecil dan UMKM

“Ini menjadi kesempatan besar bagi kita untuk mendorong atau mengkampanyekan kepada dunia mengenai isu ekonomi iknlusi bagi pelaku UMKM yang dimiliki oleh perempuan, utamanya perempuan berkebutuhan khusus, sehingga bagi Indonesia memberdayakan UMKM berarti juga memberdayakan perempuan. Terlebih, UMKM juga menunjukkan ketangguhan yang cukup tinggi di tengah pandemi,” kata Angkie, saat menjadi pembicara di ajang W20, di Malang, Jawa Timur, Selasa (8/2).

BACA JUGA  Kongres Keluarga Indonesia Hasilkan Rekomendasi untuk Bangsa

Angkie mengatakan bahwa gerakan sinergi Indonesia inklusi ini menjadi hal mendasar untuk menuju kesejahteraan dan juga penting bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil serta pembangunan sosial. Selama pandemi, UMKM menunjukkan ketangguhannya dengan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan W20 menjadi sarana yang tepat pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia khususnya, dan umumnya di dunia menuju kesejahteraan kaum perempuan,” tambah Angkie

Merujuk dari laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat Badan Pusat Statistik tahun 2020, Angkie menjelaskan bahwa penyandang disabilitas cenderung untuk bekerja pada sector informal dan berwirausaha, dimana persentase penyandang disabilitas yang berwirausaha adalah 75% dari total penyandang disabilitas usia kerja di atas 15 tahun.

“Maka dari itu, kerangka kebijakan serta inisiatif dalam hal peningkatan skala kewirausahaan penyandang disabilitas harus menjadi usaha kolektif multi stakeholders, mengingat justru persentase penyandang disabilitas yang berwirausaha adalah 3 kali lipat dari yang bekerja pada sector formal,” ungkapnya.

BACA JUGA  Kongres Keluarga Indonesia Hasilkan Rekomendasi untuk Bangsa

Pada kesempatan itu juga, Angkie pun mengajak kepada seluruh pihak, baik itu pemerintah pusat, daerah dan swasta untuk bersinergi mewujudkan Indonesia yang inklusi.

“Saya mengajak kepada seluruh multisektor untuk saling bersinergi mewujudkan Indonesia yang ramah terhadap penyandang disabilitas,” ujar Angkie

Angkie menambahkan, salah cara untuk mewujudkan Indonesia ramah disabilitas yaitu dengan mengimplementasikan aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Harapan Angkie tidak ada lagi penyandang disabilitas yang tertinggal dari program-program pemerintah.

BACA JUGA  Obligasi Sektor Informal dan UMKM; Keharusan Yang Tidak Bisa Ditunda

“Implementasi atas regulasi yang telah disahkan oleh Bapak presiden melalui pemerintah pusat menjadi sangat penting, memang tidak mudah untuk menerapkannya terlebih di tengah pandemi, tapi di masa pandemi ini juga bisa menjadi peluang untuk menciptakan inovasi baru, termasuk transformasi kebijakan dan program yang menjamin inklusifitas penyandang disabilitas. Dengan begitu tidak ada satu pun penyandang disabilitas yang tertinggal dalam program pemerintah dan non-pemerintah,” harap Angkie.

Adapun agenda kegiatan W20 Indonesia ini akan berlangsung di sejumlah kota di Indonesia, seperti Likupang, Batu, Banjarmasin, dan Manokwari, sebagai upaya untuk menunjukkan kesetaraan gender dan keterwakilan perempuan berdaya di berbagai tempat di Indonesia.[***]

Related Articles

Latest Articles