Fahri Hamzah Tantang Capres dari Jakarta dan Jawa Adu Gagasan dengan ‘Jagoan Lokal’

0
144
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia - (SuaraJakarta.co)

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menantang para elite politik yang digadang-gadang sebagai calon presiden (Capres) dari Jakarta dan Jawa untuk adu gagasan dengan ‘jagoan lokal’ soal apa yang akan diperbuat untuk Indonesia.

“Saya bingung dengan cara orang-orang Jakarta ngatur capras-capres ini. Seolah Indonesia Raya ini hanya ada Jakarta dan Jawa. Kalau nyali kalian kuat, buka lapangan pertandingan di seluruh Indonesia sejak awal, untuk tarung terbuka adu gagasan dengan jagoan lokal. Jawab isu-isu mereka!” kata Fahri melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi SuaraJakarta.co, Selasa (16/11).

Fahri mengajukan tantangan ini karena mengaku bingung dengan cara para elite yang hanya mengusung capres 2024, hanya dari Jakarta dan Jawa. Padahal Indonesia begitu luas. Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua DPR RI ini meyakini masyarakat ingin mendengar gagasan para capres tersebut mengenai isu strategis nasional, soal kebangsaan, dan posisi Indonesia di kancah internasional.

“Mau ngapain kalian di Sabang-Merauke, Miangas-Pulau Rote? Berani nggak? Debat di IPB soal pertanian, di Uncen soal masa depan Papua, soal batubara dan masa depan bumi di kalimantan, soal budaya di UGM, soal Teknologi di ITB, soal ekonomi di Airlangga, soal INTIM di Unhas, dan lain-lain,” sambung Fahri.

Fahri juga mengusulkan para capres untuk keliling Indonesia beradu argumen soal Pancasila di Lemhanas dan pesantren-pesantren, soal relasi agama dan negara di depan para pemuka agama. Tak hanya membahas isu Pancasila, kata Fahri, agenda strategis pendidikan bangsa dan cara memberantas korupsi juga menjadi isu yang perlu menjadi prioritas  bagi para capres.

“Kita ingin dengar sikap capras-capres soal konflik dan dagang antara negara2 besar khususnya Amerika dan China, lalu posisi kita di laut china selatan serta gagasan apa untuk kerjasama pasifik. Bagaimana masa depan ASEAN dan GNB serta serangakain inisiatif RI dari masa lalu?” sambungnya.

BACA JUGA  Wiranto Larang Masyarakat ke Jakarta, Fahri Hamzah: Sayang Ada Aturan Tak Dibaca

Menurut Fahri usulan tersebut menjadi wajar diajukan dan banyak juga masyarakat yang setuju dengan usulannya itu. Sebab, Indonesia yang luas dan besar ini sangat disayangkan kalau hanya bisa memunculkan dua calon pemimpin, terlebih kalau orangnya sama.

“Maafkan jika saya membayangkan suatu yang ideal sebab negara ini layak mendapatkan yang paling ideal. Janganlah lagi pemilihan pemimpin kayak kemarin, beli kucing dalam karung dengan debat ala kelompencapir,” ucapnya.[***]