Site icon SuaraJakarta.co

163 Bangunan Liar Di Mangga Dua Selatan Akan Digusur Pada Akhir Oktober

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Sebanyak 163 bangunan liar yang bertengger di sisi rel dan Saluran PHB Jalan Melawai Dalam, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, akhir oktober akan digusur.

Pasalnya, ratusan bangunan yang berdiri sejak 15 tahun lalu itu dihuni warga di dua RW. 010 dan 011. Mereka merupakan warga ber KTP DKI, bangunan yang mereka tempati berupa rumah tinggal dan usaha warung.

Ketua RW 011, Edi Mandegani mengatakan, sangat mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan penataan wilayah.

Meski begitu, Edi berharap warga yang terkena pembongkaran khususnya warga RW 011 mendapat relokasi rumah susun (rusun).

“Ada 153 bangunan di RW 011 meliputi RT 01 dan 02, sedangkan 10 bangunan lainnya terdapat di RT 01 RW 010. Jadi total keseluruhan sebanyak 163 bangunan liar dengan jumlah 170 kepala keluarga (KK).

Menurut, Edi, warga yang menghuni bangunan tersebut, 90 persen nya adalah warga pindahan dari Mangga Dua Square.

“Informasi yang didapat rencana nya relokasi warga bongkaran akan diusulkan ke Rusun Marunda dan Rawa Bebek.

Di RW 011, kata Edi terdapat 3 RT meliputi RT 01, 02 dan 17 dengan jumlah 475 KK atau 1.150 jiwa penduduk yang tercatat.

Camat Sawahbesar, Martua Sitorus mengatakan, warga yang menghuni 163 bangunan di sisi rel kereta api dan bantaran saluran PHB Mangga Dua Abdad, meliputi 2 RW diantaranya RW 010 dan 011. Penertiban dilakukan pada akhir bulan oktober ini.

“Kita sudah melakukan tahapan-tahapan sosialisasi kepada seluruh pemilik bangunan, bahwa keberadaan bangunan yang mereka tempati merupakan kawasan terlarang”, ucap Martua Sitorus saat mendampingi Asisten Perekonomian, Bakwan Ginting bersama SKPD diacara Jumat Keliling (Jumling) di Jalan Melawai Dalam RW 011, Mangga Dua Selatan, Sawahbesar, Jakarta Pusat, Jumat (07/10/2016) pagi.

Lanjut, mantan Kabag Tapem ini mengaku akan memfasilitasi pemidahan barang-barang warga ke tempat relokasi. “Rancananya mereka akan direlokasi kerusun. Saat ini kita sedang melakukan pendataan. Saya berharap nanti pada pelaksanaan penertiban dapat berjalan dengan lancar dan kondusif”, ungkap Martua didampingi Lurah Mangga Dua Selatan, Setyanto dan Kasi Sarpras, H. Suhardi Masdar. (Ivan)

Exit mobile version