Pemprov DKI Gelar Jakarta Light Festival Sambut Imlek 2026 di Bundaran HI

SuaraJakartaCo, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggelar Jakarta Light Festival di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, gelaran tersebut disiapkan untuk mengulang kesuksesan Jakarta Light Festival yang sebelumnya digelar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Pemprov DKI saat ini sedang mempersiapkan tema besar kegiatan Imlek. Bahkan sudah mulai dibuat sayembara untuk menentukan konsep visual Imlek yang akan ditampilkan di sekitar Bundaran HI,” ujar Rano saat meninjau kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (20/1).

Menurut Rano, atraksi cahaya dan visual di ruang publik terbukti menjadi hiburan yang efektif sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif. Karena itu, Pemprov DKI membuka sayembara untuk menjaring konsep terbaik yang akan diwujudkan dalam perayaan tersebut.

“Pengalaman Jakarta Light Festival sebelumnya membuat suasana kota menjadi meriah dan dinikmati masyarakat,” katanya.

Rano menjelaskan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah menyusun rangkaian program menyambut Imlek 2026. Namun, ia menegaskan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan melalui perayaan tersebut adalah semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

“Yang ingin kita tekankan adalah kerukunan umat beragama. Kita berbeda-beda, tetapi tetap satu,” ujar Rano.

Ia menambahkan, awal tahun 2026 akan diwarnai sejumlah hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan, mulai dari Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri. Kondisi tersebut menuntut kesiapan Pemprov DKI dalam mengelola kegiatan publik secara matang.

“Kita menghadapi Imlek, kemudian Ramadhan, dan Idul Fitri. Artinya semua harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.

Sebelumnya, Rano Karno meninjau persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di kawasan Pecinan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko).

Rano mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah di kawasan Glodok, antara lain persoalan parkir liar dan penataan kawasan niaga. Namun, penataan tersebut baru akan dilakukan setelah proyek revitalisasi Kota Tua Jakarta rampung.

“Masalah parkir memang masih menjadi tantangan. Saat ini kami fokus menyelesaikan revitalisasi Kota Tua terlebih dahulu, baru kemudian melakukan penataan kawasan,” ujarnya.

Ke depan, Rano optimistis kawasan Glodok dan Kota Tua akan menjadi magnet ekonomi baru, terutama dengan dukungan integrasi transportasi umum melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).

Related Articles

Latest Articles