Mobil Panther Melaju Sendiri di Tol Jakarta–Cikampek, Sopir Meninggal Diduga Serangan Jantung

SuarajakartaCoJAKARTA— Sebuah mobil Isuzu Panther melaju sendiri di Tol Jakarta–Cikampek KM 21, arah Jakarta menuju Cikampek, Rabu pagi (21/1/2026). Peristiwa ini viral di media sosial setelah terekam dalam video yang memperlihatkan kendaraan tersebut berjalan pelan sambil menempel pembatas jalan.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @nedi15a, terlihat mobil Panther berwarna silver melaju tanpa kendali dengan dikawal sejumlah kendaraan lain, termasuk sebuah truk wing box putih dan beberapa mobil di belakangnya. Upaya pengawalan dilakukan untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan lain di jalur padat tersebut.

Mobil akhirnya berhenti setelah tersangkut traffic cone di dekat pintu keluar Tol Tambun KM 21.

Seorang warga yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa pengemudi mobil Panther berinisial FP diduga mengalami serangan jantung saat mengemudi.

“Itu sengaja dipepet sama suami saya supaya tidak kena mobil lain. Diklakson tidak ada respons. Yang menolong ada tiga orang, suami saya dan keneknya, serta satu anggota TNI yang berinisiatif menghubungi Jasa Marga dan ambulans,” ujar saksi.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal membenarkan bahwa pengemudi mobil Panther dalam kondisi sakit saat kejadian berlangsung.

Menurut Faizal, berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, kendaraan tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Cikampek. Pengemudi sempat menghentikan kendaraan di lajur empat (L4), namun kemudian kembali memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.

“Pengendara sempat berhenti di L4, lalu kembali melanjutkan perjalanan meski kondisinya tidak memungkinkan,” kata Faizal.

Tak lama berselang, mobil yang dikemudikan FP menabrak pembatas jalan di jalur putar balik (U-turn). Saat petugas tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan, pengemudi dinyatakan telah meninggal dunia.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian tersebut. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya memastikan kondisi kesehatan sebelum mengemudi, terutama di jalan tol dengan arus lalu lintas tinggi.

Related Articles

Latest Articles