Legislator DKI Dorong Beasiswa Kuliah bagi Pemuda Jakarta Utara

SuaraJakartaCo, Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta, Bebizie Sri Mulyati, mendorong penguatan akses pendidikan tinggi bagi pemuda Jakarta Utara melalui rencana pemberian beasiswa kuliah bekerja sama dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Gagasan tersebut disampaikan saat Bebizie menerima kunjungan perwakilan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UKI pada Rabu (4/2). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang kolaborasi pendidikan, termasuk pendidikan politik dan mekanisme beasiswa bagi pemuda berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Bebizie menyatakan kerja sama dengan perguruan tinggi penting untuk memastikan program beasiswa berjalan tepat sasaran dan memiliki dasar akademik yang jelas. “Untuk proses teknis dan seleksi, saya menyerahkan kepada pihak kampus. Yang utama, penerima beasiswa benar-benar sesuai kriteria dan serius menempuh pendidikan,” ujar Bebizie dalam keterangan tertulis.

Ketua Program Studi Ilmu Politik UKI Indah Novitasari mengatakan pihak kampus menyambut baik rencana tersebut. Menurut dia, inisiatif itu sejalan dengan upaya kampus memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan, khususnya peningkatan literasi dan pemahaman politik generasi muda.

“Diskusi ini membahas keinginan memberikan pendidikan politik bagi pemuda sekaligus membuka pembicaraan mengenai beasiswa kuliah untuk pemuda berprestasi di Jakarta Utara,” kata Indah.

Bebizie menambahkan, sasaran program beasiswa difokuskan pada pemuda-pemudi dengan keterbatasan ekonomi yang memiliki minat dan komitmen belajar di bidang ilmu politik. Ia menilai pendidikan menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.

“Ketika saya menyampaikan komitmen menghadirkan beasiswa, itu harus direalisasikan. Hasil akhirnya tentu kembali kepada proses dan kerja keras para penerima,” ujarnya.

Dari sisi akademik, dosen Ilmu Politik UKI FX Gian Tue Mali menilai rencana kerja sama tersebut dapat memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program pendidikan politik dinilai dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas partisipasi politik generasi muda.

“Kolaborasi ini dapat menjadi ruang pembelajaran politik yang lebih terstruktur bagi pemuda, sekaligus memperluas pemahaman politik masyarakat dari jalur pendidikan,” kata Gian.

Hingga saat ini, pembahasan kerja sama masih berada pada tahap awal. Kedua pihak akan melanjutkan pembicaraan terkait skema teknis, kriteria penerima, serta bentuk dukungan akademik yang akan diberikan dalam program tersebut.

Related Articles

Latest Articles