SuaraJakartaCo, JAKARTA— Konten giveaway kreator media sosial Willie Salim kembali menjadi sorotan publik setelah muncul pengakuan dari seorang pria bernama Risky yang mengklaim pernah terlibat sebagai talent dalam salah satu video yang diproduksi tim Willie. Risky menyebut proses pembuatan konten tersebut telah diatur sejak awal.
Pengakuan itu disampaikan Risky dalam sebuah wawancara di kanal YouTube milik Denny Sumargo. Ia mengatakan keterlibatannya dalam video giveaway bukan terjadi secara spontan, melainkan melalui komunikasi terlebih dahulu dengan pihak yang disebut sebagai asisten Willie Salim.
“Sebelum syuting sudah ada perjanjian. Saya dihubungi orang yang bekerja di tim Willie,” ujar Risky.
Dalam video yang dimaksud, Risky berperan sebagai pengemudi ojek daring yang seolah-olah bertemu Willie Salim secara kebetulan. Ia juga mengungkapkan bahwa alur konten, termasuk pencarian pohon pisang sebagai bagian dari tantangan giveaway, telah disusun sebelumnya dan melibatkan koordinasi dengan pemilik kebun di sekitar lokasi.
Risky mengklaim, uang sebesar Rp 2 juta yang diterimanya dalam video tersebut tidak benar-benar menjadi miliknya dan harus dikembalikan setelah proses syuting selesai.
Penjelasan Willie Salim
Menanggapi tudingan tersebut, Willie Salim angkat bicara melalui media sosial pribadinya. Ia menegaskan bahwa konten yang dibuatnya menggunakan pendekatan storytelling sebagai bagian dari format hiburan, bukan untuk menipu penonton.
“Ada storytelling, dramatization, dan re-enactment. Itu format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan niat untuk membohongi atau merugikan siapa pun,” kata Willie.
Ia juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah berniat memanipulasi soal hadiah dalam konten giveaway. Namun, ia mengakui kemungkinan adanya perbedaan antara apa yang ditampilkan dalam video dengan kondisi di lapangan.
“Kalau ada perbedaan antara yang disampaikan di konten dan yang terjadi saat syuting, itu menjadi bahan evaluasi bagi saya,” ujarnya.
Willie menjelaskan bahwa konten yang dipermasalahkan merupakan produksi lama yang dibuat sekitar tahun 2023, saat dirinya masih berada dalam tahap pembelajaran sebagai kreator konten.
Terbuka Terhadap Kritik
Lebih lanjut, Willie menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik. Namun, ia menyayangkan kritik tersebut berkembang ke arah tindakan doxing terhadap dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
“Saya terbuka pada kritik, tapi saya tidak membenarkan doxing dalam bentuk apa pun,” katanya.
Hingga kini, perdebatan mengenai batas antara konten hiburan, dramatization, dan transparansi dalam konten giveaway masih menjadi diskursus di ruang publik. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kejelasan format dan etika dalam produksi konten digital, terutama yang melibatkan pemberian hadiah dan partisipasi masyarakat.

