SuaraJakartaCo – Ketua Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) mengapresiasi langkah Perumda PAM Jaya yang mengirimkan armada mobil Water Treatment Plant (WTP) ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang. Inisiatif tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih dan layak konsumsi.
Ketua Gertasi DKJ menilai, respons cepat PAM Jaya mencerminkan semangat kemanusiaan dan solidaritas antardaerah yang patut diapresiasi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pengolahan air secara mobile menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan infrastruktur pascabencana.
“Kami mengapresiasi PAM Jaya yang tidak hanya berfokus pada pelayanan air di Jakarta, tetapi juga menunjukkan kepekaan sosial dengan membantu masyarakat Aceh Tamiang melalui pengiriman mobil WTP,” ujar Ketua Gertasi DKJ dalam keterangannya di Jakarta.
Mobil WTP yang dikirimkan PAM Jaya memiliki kemampuan mengolah air baku menjadi air siap minum dengan standar kualitas tinggi. Teknologi ini memungkinkan pemenuhan kebutuhan air bersih secara cepat, terutama di wilayah terdampak bencana yang mengalami gangguan akses air.
Selain bersifat portabel dan mudah dipindahkan, mobil WTP juga memiliki kapasitas produksi air yang besar serta dilengkapi sistem filtrasi dan sterilisasi untuk menjamin kualitas air yang dihasilkan. Keunggulan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air harian.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan bahwa pihaknya mengirimkan dua unit instalasi pengolahan air (IPA) bergerak dengan kapasitas produksi sekitar 42.000 liter per 12 jam.
“Kami juga mengirimkan tim medis serta tim teknis air ke lokasi. Berdasarkan informasi terakhir, kebutuhan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup mendesak di wilayah terdampak,” kata Arief.
Selain dua unit IPA mobile, PAM Jaya juga mengerahkan 10 unit mobil tangki air serta menurunkan 30 personel untuk mendukung operasional penyediaan layanan air bersih di lapangan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap daerah lain yang terdampak bencana.
“IPA mobile yang dikirimkan bersifat portabel, didukung dengan mobil tangki dan personel yang siap terjun langsung untuk mendukung layanan air berkualitas bagi masyarakat terdampak,” ujar Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Gertasi DKJ berharap, langkah PAM Jaya ini dapat menjadi contoh bagi badan usaha milik daerah (BUMD) lainnya untuk terus memperkuat kolaborasi dan solidaritas nasional dalam menghadapi bencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

