SuaraJakartaCo, Jakarta – OneSight EssilorLuxottica Foundation bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi meluncurkan inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia. Program ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan layanan kesehatan mata yang adil, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung terhadap capaian pendidikan, produktivitas kerja, hingga kualitas hidup masyarakat jika tidak ditangani sejak dini.
Melalui kemitraan ini, Kemenkes dan OneSight EssilorLuxottica Foundation akan memperkuat ekosistem kesehatan mata nasional melalui empat pilar utama yang diimplementasikan selama tiga tahun ke depan.
Empat Pilar Penguatan Kesehatan Mata
Pertama, pelatihan 900 perawat puskesmas di seluruh Indonesia. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas dasar kesehatan mata dan skrining penglihatan guna mendukung deteksi dini serta rujukan yang tepat waktu.
Kedua, penguatan 15 Vision Center di berbagai wilayah untuk menghadirkan layanan kesehatan mata yang lebih mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas.
Ketiga, donasi 50.000 kacamata koreksi bagi masyarakat dengan kelainan refraksi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.
Keempat, peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan mata secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan penglihatan.
“Peluncuran hari ini menandai langkah penting dalam memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia. Banyak gangguan penglihatan sebenarnya dapat dicegah atau dikoreksi jika terdeteksi sejak dini,” ujar perwakilan Kementerian Kesehatan dalam peluncuran program tersebut.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes menambahkan, gangguan penglihatan berdampak signifikan terhadap proses belajar, produktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup di semua kelompok usia.
“Kolaborasi strategis menjadi kunci untuk memperluas skrining penglihatan, memastikan tindak lanjut layanan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Selaras dengan SPECS 2030 WHO
Head of OneSight EssilorLuxottica Foundation Asia Tenggara, Patricia Koh, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung upaya pencegahan gangguan penglihatan di Indonesia.
“Kami berkomitmen bekerja bersama Kementerian Kesehatan dan mitra lokal untuk meningkatkan deteksi dini, menyediakan solusi terjangkau, serta memperluas layanan kesehatan mata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen global SPECS 2030 yang diinisiasi World Health Organization (WHO), yang menargetkan peningkatan akses layanan kesehatan mata secara global.
Sebagai bagian dari peluncuran program, dilakukan skrining penglihatan dan pemberian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi program di tingkat komunitas sekaligus edukasi publik tentang pentingnya menjaga kesehatan mata.
Dukungan Pemprov DKI dan Mitra Lokal
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) sebagai mitra pelaksana, serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, akses layanan kesehatan mata, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil, masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama.
“Kolaborasi pemerintah dan swasta sangat penting untuk memastikan layanan kesehatan mata yang merata dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat yang aksesnya masih terbatas,” ujarnya.
Dengan inisiatif ini, diharapkan deteksi dini gangguan penglihatan di Indonesia dapat semakin meningkat, sekaligus menekan dampak sosial dan ekonomi akibat gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat dicegah.

