SuaraJakartaCo, Jakarta – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, harga cabai rawit di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami kenaikan. Meski demikian, pedagang menilai kondisi pasar masih relatif terkendali dan berharap pemerintah mampu menjaga kelancaran distribusi agar lonjakan harga tidak berlanjut.
Salah seorang pedagang cabai dan bawang di Pasar Jatinegara, Endah (65), mengatakan harga cabai rawit saat ini telah mencapai Rp70.000 per kilogram (kg), naik hampir dua kali lipat dibandingkan akhir 2025 yang masih berada di kisaran Rp35.000–40.000 per kg.
“Yang mulai naik itu cabai rawit. Sekarang sudah Rp70 ribu per kilo. Biasanya memang kalau mau Ramadhan, harga cabai rawit cepat naik,” ujar Endah, Sabtu.
Menurut dia, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. Faktor cuaca dan distribusi juga turut memengaruhi ketersediaan stok di tingkat pedagang.
Meski cabai rawit mengalami kenaikan, kondisi berbeda justru terjadi pada jenis cabai lainnya. Harga cabai keriting dan cabai merah besar saat ini terpantau lebih rendah, masing-masing dijual sekitar Rp35.000 per kg. Angka tersebut turun dibandingkan tahun lalu yang sempat menembus Rp50.000 hingga Rp60.000 per kg.
“Cabai keriting dan cabai merah besar malah turun sekarang. Dulu harganya bisa di atas Rp50 ribu,” kata Endah.
Sementara itu, harga bawang di Pasar Jatinegara terpantau masih stabil. Pedagang bawang, Rohmiati (50), menyebut bawang putih dijual Rp40.000 per kg dan bawang merah Rp50.000 per kg, tanpa kenaikan signifikan menjelang Ramadhan.
“Harga bawang masih normal, belum ada kenaikan,” ujarnya.
Meski sebagian harga bahan pangan mulai berfluktuasi, aktivitas belanja masyarakat di Pasar Jatinegara belum menunjukkan peningkatan berarti. Para pedagang mengaku kondisi pasar masih relatif sepi dibandingkan periode menjelang Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya sudah mulai ramai, tapi sekarang masih sepi,” kata Rohmiati.
Para pedagang berharap kenaikan harga cabai rawit tidak berlanjut hingga memasuki bulan puasa. Mereka juga mengharapkan pemerintah dapat memastikan kelancaran distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan pangan agar harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan stok pangan di Jakarta dalam kondisi aman menjelang perayaan Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, terus berkoordinasi dengan daerah penghasil pangan di berbagai wilayah.
“Saya selalu berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan yang menyuplai ke Jakarta. Mudah-mudahan persoalan pangan tidak menjadi masalah menjelang puasa dan Lebaran,” ujar Pramono.
Pantauan di Pasar Jatinegara menunjukkan sebagian besar lapak pedagang masih beroperasi normal. Namun, pergerakan harga cabai rawit tetap menjadi perhatian utama, mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

