SuaraJakartaCo, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap potensi banjir setiap kali hujan mengguyur wilayah ibu kota, seiring komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah mitigasi bencana.
Pramono mengatakan, sejak menjabat sebagai gubernur, intensitas hujan menjadi indikator utama dalam memantau kesiapan jajaran pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan banjir di titik-titik rawan.
“Setiap hujan turun, saya terus memantau kesiapan rekan-rekan di lapangan. Koordinasi dilakukan agar respons terhadap potensi banjir bisa cepat dan terukur,” kata Pramono dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2).
Menurut dia, pengalaman banjir yang terjadi beberapa kali pada Januari 2026 menjadi evaluasi penting bagi Pemprov DKI untuk memastikan kesiapsiagaan lintas sektor berjalan optimal, mulai dari pengendalian aliran air hingga kesiapan infrastruktur.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Pramono menilai, kawasan tersebut memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir karena posisi jalan yang berada lebih rendah dibandingkan aliran Sungai Mookervaart.
“Dengan kondisi topografi seperti ini, saat curah hujan mencapai sekitar 100 milimeter, air sungai berpotensi meluap ke badan jalan dan memicu genangan serta kemacetan,” ujarnya.
Sebagai langkah jangka menengah hingga panjang, Pramono mengungkapkan Pemprov DKI tengah mengkaji rencana pembangunan flyover di kawasan Daan Mogot dengan panjang lebih dari dua kilometer. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak banjir sekaligus memperlancar arus lalu lintas.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pramono telah meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan perhitungan teknis dan kajian mendalam, termasuk aspek anggaran dan dampak lingkungan.
Ia menegaskan, penanganan banjir di Jakarta tidak dapat hanya mengandalkan solusi jangka pendek, melainkan membutuhkan perencanaan terintegrasi dan berkelanjutan agar risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.

