Site icon SuaraJakarta.co

Kisah Nyata Ini Merupakan Contoh Emotional Bonding Yang Menginspirasi

SuaraJakarta.co, JAKARTA – Sederhananya, emotional bonding merupakan cara mendekatkan dan merekatkan sebuah hubungan keluarga. Hal ini biasanya dilakukan untuk menjaga hubungan baik antara anak dan orang tua, ataupun antar pasangan.

Berikut cerita nyata dari Hafit Isandono yang menginspirasi banyak orang mengenai emotional bounding antara seorang ayah dan anaknya.

Kisahnya:
Beberapa hari terakhir ini Labib (kelas 2 SD) absen shalat subuh di masjid, berat sekali ketika dibangunkan.

Kemarin ketika saya mengantar dia ke sekolah naik motor, terjadi dialog antara bapak dan anak :

Kata saya, “Saya telah kehilangan anak.”

“Siapa Bi…?” dia menyela karena heran.

“Anak tersebut biasanya bangun sebelum subuh, kemudian wudhu dan siap-siap ke masjid. Kemudian berjalan bergandengan tangan dengan saya sambil ngobrol.”
” Seringkali anak ini juga saya pesan agar nanti kalau abinya tua dia bersedia menuntunnya mengajak shalat jamaah di masjid.”
“Sudah beberapa hari ini saya kehilangan anak tersebut.”

Dia lalu tertawa terbahak sambil berkata. “he..he… saya ya …”
“Mudah mudahan anak tersebut besok bisa ketemu…” lanjutnya.

Alhamdulillah tadi pagi bapak dan anak bergandengan tangan berangkat jamaah subuh.

Dan tadi ketika baru nangkring di motor mau berangkat sekolah dia bertanya:

“Bagaimana Bi…? sudah ketemu tadi pagi anaknya…?”

Ha..ha…ha….:-D .
Semoga ini menjadi catatan indah di hari tua nanti.

Semoga Allah SWT memudahakn kami dalam berjalan bersama meraih jannah Nya. Aamiin.

Jika kisah ini bermanfaat, jangan ragu untuk menyebarkannya.

Exit mobile version