RS PELNI Jual Vaksin Covid 19 Mandiri, Ini Komentar Netizen!

RS Pelni lagi viral terkait poster layanan vaksinasi Covid-19 secara mandiri. Dalam poster tersebut, mencantumkan referensi Keputusan Menteri Kesehatan tentang penetapan jenis vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi.

Harga vaksin Sinovac Rp 240.000 untuk usia 18-59 tahun, AstraZeneca Rp 110.000, untuk usia 18-84 tahun, Moderna Rp 505.000 untuk 18-55 tahun, Pfizer Rp 350.000 untuk 18-59 tahun masing-masing jarak antar vaksin 28 hari. Novavax Rp 150.000 untuk usia 18-84 tahun, dan Sinopharm Rp 2.100.000 untuk 3-59 tahun, masing-masing jarak antar vaksin 21 hari. Bahkan disbeutkan lengkap dengan keterangan dosis dan jarak vaksinasi.

Tak disangka, masyarakat dibuat geger olehnya. Selang beberapa waktu langsung dibantah oleh Manajemen PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) selaku holding BUMN yang menaungi RS Pelni. Katany, itu bukan pernyataan resmi dari RS Pelni. Namun, apa mau dikata. Sudah viral dan mendapat banyak mendapat reaksi dari netizen.

“Bukan ga resmi, itu memang udah disiapin mungkin, tapi tunggu tanggal mainnya,” komentar akun IG @alfandymf.

“Kecepatan masang iklannya” timpal akun @rusdimulazam.

“Setelah bisnis rapid tes dan pcr, sekarang bisnis vaksin” tambah akun @pdfroad.id

“Tunggu, belum waktunya keluar, dikeluarin. Masih banyak yang belum vaksinasi…. Ntar tunggu mereka dapat vaksin semua dan akan divaksin lagi, baru dikeluarkan tarifnya yah.” Pake emot ketawa dari akun @keanusiahaan22

“Ga resmi kok bisa beredar?” tanya akun @kaakhfz.

“Helo KPK, sudah tericum baunya nih, selidiki dong!” komentar akun @proklamasi_17845

Dan masih banyak lagi komentar netizen yang beraneka ragam. Poster itu pun sudah ditarik. Pihak Manajemen sudah meminta maaf.

BACA JUGA  Malam Tahun Baru di Monas, Muncul Parkir Liar Per Motor 10 Ribu

“Melihat banyaknya kesalahpahaman yang timbul atas informasi tersebut kami memutuskan untuk menarik informasi tersebut,” tulis manajemen dalam siaran resmi, Selasa (02/02/2021).

BACA JUGA  APBN Ringkih Dimasa Krisis Pandemi (Surat Terbuka Kepada Pemerintah, DPR dan BPK)

Related Articles

Latest Articles