SDN Utan Kayu Selatan 05 Ajak Guru dan Wali Murid Hijaukan Sekolah Lewat Urban Farming

SuaraJakartaCo – Suasana hijau dan semangat gotong royong akan mewarnai halaman SDN Utan Kayu Selatan 05 pada Sabtu, 8 Desember 2025. Sekolah ini mengajak guru, komite sekolah, wali murid, dan sedikitnya 30 siswa untuk turun tangan bersama dalam kerja bakti penghijauan dan Urban Farming, sebuah langkah kecil namun bermakna untuk memperluas ruang hijau di tengah padatnya permukiman Jakarta Timur.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB di Gedung B sekolah ini merupakan bagian dari program Urban Sustainable Edu, salah satu Quick Wins Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Bukan sekadar kerja bakti, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka di mana siswa dapat memahami bahwa menjaga lingkungan bukan teori semata, tetapi tindakan yang dapat dilakukan dengan tangan mereka sendiri.

Di area belakang sekolah, lahan kosong yang selama ini terabaikan akan diubah menjadi kebun produktif. Guru dan orang tua akan mendampingi siswa memangkas pohon yang terlalu rimbun, membersihkan rumput liar, hingga menyiapkan tempat untuk menanam sayuran, tanaman obat, dan pohon buah. Keringat yang menetes diharapkan akan berbuah jadi kebun baru yang tak hanya indah, tetapi juga bermanfaat.

Menguatkan Karakter Melalui Urban Scouting

Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur juga menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan beriringan dengan agenda Urban Scouting. Dua tim pramuka—tim putri dari SMK Negeri 26 Jakarta dan tim putra dari SMA Negeri 76 Jakarta—telah ditunjuk mewakili sekolah masing-masing.

Dari Ecopark Ancol hingga Kantor Dinas Pendidikan DKI, para anggota pramuka akan mengikuti rangkaian kegiatan yang menguji ketangguhan, kecermatan, dan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Kepala sekolah diminta menugaskan guru pendamping dan mengirim lima peserta didik tambahan sebagai tim pendukung.

Urban Farming Serentak: Menanam Harapan Baru

Selain kerja bakti lokal, seluruh sekolah negeri di Jakarta—mulai SD hingga SMK—akan melaksanakan Urban Farming secara serentak pada 6 Desember 2025 pukul 08.00 WIB. Meski dilakukan secara virtual, aktivitas ini tetap membawa semangat yang sama: menanam harapan baru lewat pohon dan tanaman.

Setiap satuan pendidikan diminta menyiapkan perlengkapan sederhana namun edukatif: galon bekas sebagai media tanam, bibit yang sudah disemai, sekop kecil, alat siram, dan sarung tangan. Penggunaan barang bekas menjadi pengingat bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari hal paling dekat dan sederhana.

Belajar Merawat, Belajar Peduli

Bagi para siswa, kegiatan Urban Farming bukan hanya tugas sekolah. Ini menjadi pengalaman menyentuh tanah, merasakan proses tumbuhnya tanaman, dan memahami bahwa lingkungan yang baik membutuhkan perawatan.

Nilai-nilai seperti gotong royong, kepedulian, dan kerja keras hadir secara alami dalam proses ini. Di tengah kota yang serba cepat, kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi mereka untuk berhenti sejenak, bekerja bersama, dan menikmati hasil dari usaha mereka sendiri.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak. Harapannya, kegiatan penghijauan ini bukan hanya menghasilkan kebun baru, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan yang akan terus hidup di hati para siswa.

Di sekolah kecil di sudut Utan Kayu Selatan ini, gerakan hijau dimulai dari langkah sederhana—menggenggam tanah, menanam bibit, dan menumbuhkan kepedulian.

Related Articles

Latest Articles