SuaraJakartaCo, Jakarta – Kegiatan sosial bertajuk “Dari Media Untuk Semua” menjadi warna tersendiri di tengah kemeriahan KLBB Festival yang digelar pada 28 Februari 2026. Sejumlah media independen berkolaborasi membagikan 200 porsi takjil gratis kepada penonton, petugas kebersihan, keamanan, hingga pengemudi ojek daring di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Aksi ini berawal dari pengamatan para jurnalis terhadap antusiasme ribuan penonton yang memadati area festival. Di sisi lain, banyak di antara mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Harga makanan dan minuman di lokasi konser yang relatif tinggi memunculkan inisiatif spontan untuk berbagi. Tak hanya menyasar penonton, takjil juga diberikan kepada pekerja lapangan dan ojol yang beraktivitas di sekitar venue.
Perwakilan media Story of Stage, Mahmud selaku penggagas kegiatan, mengatakan ide tersebut lahir dari kepedulian sederhana.
“Kami melihat harga makanan di festival cukup tinggi, sementara banyak penonton dan pekerja di area itu sedang berpuasa. Dari situ muncul ide untuk berbagi takjil,” ujar Mahmud, Sabtu (28/2/2026).
Takjil yang dibagikan dibeli langsung dari pelaku UMKM di sekitar GBK. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian usaha kecil yang turut menggeliat saat event besar berlangsung.
“Sekaligus kami ingin melibatkan UMKM sekitar agar mereka juga mendapat manfaat dari acara ini,” tambahnya.
Swadaya Lintas Media
Kegiatan ini terlaksana berkat swadaya kolektif dari belasan media tanpa melibatkan sponsor eksternal. Kolaborasi lintas platform menjadi kunci utama keberhasilan aksi sosial tersebut.
Media yang terlibat antara lain Reallist Media, Pelopor Berita, Screentime ID, Seputar Musik ID, Jakarta Network, Sounds Distortion, Suar Savara, Eventfest.id, GAC Media, Bertuah Musik, Serba Serbi Concert, dan SOS Story of Stage, serta sejumlah rekan media lainnya.
Sebanyak 200 porsi takjil memang bukan jumlah besar jika dibandingkan dengan ribuan penonton yang hadir. Namun, makna solidaritas yang dibangun menjadi nilai utama dari gerakan ini.
Kehadiran relawan dari media independen menunjukkan bahwa media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi langsung.
Simbol Solidaritas Ramadan
Takjil yang dibagikan bukan sekadar makanan pembuka puasa, melainkan simbol kepedulian di tengah euforia festival musik. Semangat kebersamaan yang terbangun antar jurnalis menjadi contoh bahwa aksi sederhana dapat menghadirkan dampak sosial nyata.
Mahmud berharap gerakan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi di bulan Ramadan.
“Harapannya, kegiatan ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi semua pihak yang terlibat, baik penerima maupun pemberi. Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana bisa menghadirkan solidaritas yang nyata,” tutupnya.
Melalui gerakan “Dari Media Untuk Semua”, komunitas media menegaskan perannya bukan hanya sebagai pengamat peristiwa, tetapi juga sebagai pelaku kebaikan di tengah masyarakat.

