Kuasa Hukum Soroti Dampak Psikologis Sengketa Hak Asuh terhadap Inara Rusli

SuaraJakartaCo, Jakarta – Tim kuasa hukum selebgram Inara Rusli menyoroti dampak psikologis yang dialami kliennya seiring berlarutnya persoalan hak asuh anak dengan mantan suami, Virgoun, serta dinamika hubungan personal yang turut menjadi perhatian publik.

Kuasa hukum Inara, Daru Quthny, mengatakan tekanan psikis muncul terutama akibat keterbatasan akses Inara untuk bertemu dengan anak-anaknya, meski status hak asuh disebut berada di pihak Inara. Situasi tersebut, menurut dia, menimbulkan beban emosional yang tidak ringan.

“Tekanan paling besar berasal dari persoalan anak. Akses untuk bertemu tidak berjalan sebagaimana mestinya dan itu berdampak pada kondisi psikologis klien kami,” ujar Daru dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu (4/2).

Selain persoalan hak asuh, kuasa hukum juga menyinggung pengaruh opini publik di media sosial terhadap kondisi Inara. Kuasa hukum lainnya, Herlina, menyebut beredarnya informasi yang dinilai tidak akurat serta ujaran kebencian di ruang digital turut memperburuk kondisi psikis kliennya.

“Jejak digital berupa pernyataan di media sosial yang mengandung hoaks dan ujaran kebencian masih beredar dan itu berpengaruh pada kesehatan psikis Inara,” kata Herlina.

Menurut tim kuasa hukum, tekanan tersebut semakin terasa ketika Inara merasa dipersulit untuk bertemu anak-anaknya, baik secara langsung di sekolah maupun melalui komunikasi jarak jauh. Kondisi itu dinilai bertentangan dengan hak seorang ibu untuk tetap menjalin kedekatan dengan anak selama tidak mengganggu aktivitas pendidikan.

“Seharusnya akses seorang ibu kepada anak bisa dilakukan secara wajar. Ketika akses itu dibatasi, dampaknya bukan hanya hukum, tetapi juga psikologis,” ujar Daru.

Di luar persoalan hak asuh, Inara juga masih menghadapi dinamika rumah tangga dengan Insanul Fahmi. Tim kuasa hukum menyatakan Inara telah menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan terkait hubungan tersebut, meski tetap berharap masalah dapat diselesaikan secara baik-baik.

“Inara berharap hubungan itu bisa dipertahankan, tetapi jika kondisi tidak memungkinkan, ia juga siap menerima keputusan apa pun,” kata Daru.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Virgoun terkait pernyataan kuasa hukum Inara tersebut. Tim kuasa hukum berharap persoalan hak asuh anak dapat diselesaikan melalui jalur hukum yang adil dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Related Articles

Latest Articles